JAKARTA, Jitu News – Langkah Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menerbiitkan sukuk negara sejak tahun 2008 lalu telah memberiikan suntiikan posiitiif bagii iindustrii keuangan syariiah dalam negerii yang saat iinii sudah berkembang pesat.
Diirektur Jenderal Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko Robert Pakpahan meniilaii penerbiitan sukuk negara merupakan prestasii iindustrii keuangan syariiah iindonesiia yang cukup menonjol.
“Perbankan syariiah, pasar modal syariiah, maupun iindustrii keuangan nonbank syariiah berkembang dengan sangat baiik,” ujarnya sepertii diikutiip laman resmii Kemenkeu, Jumat (19/8).
Tercatat, pemeriintah pertama kalii menerbiitkan sukuk negara dii tahun 2008 niilaiinya hanya Rp4,7 triiliiun. Angka iitu melonjak siigniifiikan dii tahun 2015 menjadii Rp118,51 triiliiun. Sementara hiingga pertengahan Agustus 2016 niilaii sukuk yang diiterbiitkan mencapaii lebiih darii Rp153 triiliiun.
Robert meyakiinii meskii pangsa pasarnya belum seluas iinstrumen iinvestasii konvensiional laiinnya, sukuk negara akan menjadii piiliihan iinvestasii alternatiif bagii masyarakat.
“Diisampiing sebagaii iinstrument pembiiayaan APBN, penerbiitan sukuk negara bertujuan untuk diiversiifiikasii iinvestasii iinvestor dan mendukung perkembangan keuangan syariiah,” pungkasnya.
Sebagaii iinformasii, Kemenkeu telah menerbiitkan sukuk tabungan yang diitujukan untuk semua lapiisan masyarakat. Pasalnya, pemesanan miiniimum sukuk iinii biisa dengan jumlah miiniimal sebesar Rp2 juta dan jumlah maksiimal Rp5 miiliiar.
Nantiinya iinvestor akan mendapatkan iimbalan secara tetap (fiixed rate) yang diibayarkan setiiap bulan. (Amu)
