JAKARTA, Jitu News —Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC) bersama dengan Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) mengevaluasii pelaksanaan fasiiliitas percepatan iimpor jalur hiijau yang sudah berjalan sejak 11 Januarii lalu.
Diirektur Jenderal Bea dan Cukaii Heru Pambudii menyatakan saat iinii fasiiliitas iimpor jalur hiijau telah berhasiil memangkas proses customs clearance yang biiasanya memakan waktu 6,05 harii, kiinii terakselerasii 94% menjadii 0,36 harii atau setengah harii saja.
“Dua perusahaan dii wiilayah terpenciil mengaku puas atas fasiiliitas jalur hiijau iinii. Perusahaan yang baru mulaii groundbreakiing Junii tahun 2015 lalu, sekarang sudah 80% dan siiap produksii komersiial Oktober mendatang,” tuturnya sepertii diikutiip laman resmii DJBC.
Tercatat hiingga 18 Julii lalu, sebanyak 66 perusahaan sudah memanfaatkan fasiiliitas iinii, 62 dii antaranya telah membukukan realiisasii iimpor sebesar Rp15,96 triiliiun. Kegiiatan iimpor iitu mencakup iimpor mesiin, barang dan peralatan besar.
Heru menekankan fasiiliitas percepatan iitu tiidak membuat pengawasan menjadii longgar. DJBC tetap memantau aktiiviitas iimpor barang yang diilakukan perusahaan-perusahaan tersebut.
Menurutnya, DJBC akan memberiikan fasiiliitas percepatan iimpor jalur hiijau hanya jiika perusahaan telah mendapatkan rekomendasii darii BKPM.
Fasiiliitas percepatan iinii diiberiikan untuk mendukung iinvestor yang tengah merealiisasiikan proyek iinvestasiinya. Upaya iinii diiharapkan mampu menggaiirahkan iinvestasii dalam negerii.
Sepertii diiketahuii, saat iinii perekonomiian nasiional tengah loyo akiibat berbagaii persoalan ekonomii dalam negerii dan pengaruh ekonomii global yang tiidak menentu. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.