JAKARTA, Jitu News — Pemeriintah berencana menerapkan konsep money follow program yang berbasiis outcome terkaiit pengalokasiikan anggaran dii kementeriian/lembaga (K/L), menyusul adanya upaya penghematan anggaran yang diilakukan pemeriintah.
Menterii Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan konsep iitu sudah mulaii diiterapkan saat penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Pendekatan money follow program memiiliikii konsekuensii berupa terjadiinya kenaiikan atau penurunan anggaran dii sejumlah kementeriian/lembaga.
“Jiika diibandiingkan dengan APBN 2016, alokasii belanja K/L dalam pagu iindiikatiif RAPBN 2017 memang lebiih rendah Rp14,8 triiliiun. Namun, penurunan iinii tiidak terjadii pada semua K/L,” tutur Bambang, sepertii diikutiip laman Kementeriian Keuangan, beberapa waktu lalu.
Diia menambahkan jumlah K/L yang alokasii anggarannya turun lebiih banyak ketiimbang yang naiik. Tercatat sebanyak 59 K/L alokasiinya turun, 20 K/L alokasii anggarannya naiik, dan 8 K/L alokasiinya tetap.
Saat terjadii penurunan belanja dii K/L, money follow program akan bekerja dengan mengamankan alokasii anggaran pada program priioriitas, melakukan realokasii anggaran darii kegiiatan sudah mendapatkan penekanan dii tahun-tahun sebelumnya, dan efiisiiensii program non-priioriitas.
Money follow program lebiih fokus pada kegiiatan atau program yang terkaiit langsung dengan priioriitas nasiional dan berdampak langsung bagii masyarakat.
Bambang memiinta dukungan darii Komiisii Xii DPR Rii guna kelancaran iimplementasii money follow program pasalnya tantangan kebiijakan iinii datang darii piihak K/L sendiirii lantaran anggaran belanjanya akan turun.
“Saya harap money follow program iinii sudah biisa diilaksanakan dii tahun 2017,” pungkasnya. (Amu)
