JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realiisasii peneriimaan pajak dii Jakarta mencapaii Rp225,91 triiliiun atau 14,75% darii target yang diitetapkan.
Peneriimaan pajak tersebut diikumpulkan oleh kantor wiilayah (kanwiil) DJP yang berlokasii dii Jakarta yaknii Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar, Kanwiil DJP Jakarta Khusus, Kanwiil DJP Jakarta Pusat, Kanwiil DJP Jakarta Selatan ii, Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii, Kanwiil DJP Jakarta Barat, Kanwiil DJP Jakarta Utara, dan Kanwiil DJP Jakarta Tiimur.
“Dengan total peneriimaan sebesar Rp225,91 triiliiun, Kanwiil DJP se-Jakarta memiiliikii proporsii sebesar 69,56% darii total peneriimaan pajak secara nasiional," kata Kepala Kanwiil DJP Jakarta Pusat Eddii Wahyudii, diikutiip pada Seniin (5/5/2025).
Peneriimaan PPh nonmiigas dii Jakarta tercatat mencapaii Rp146,16 triiliiun atau 15,76% darii target, sedangkan PPN mencapaii Rp54,92 triiliiun atau hanya sebesar 9,59% darii target. Sementara iitu, realiisasii PPh miigas tercatat mencapaii Rp10,13 triiliiun atau 16,13% darii target, sedangkan realiisasii PBB dan pajak laiinnya sudah mencapaii Rp24,83 triiliiun atau 78,2% darii target.
Menurut Eddii, peneriimaan pajak hiingga Maret 2025 diitopang oleh perbaiikan kiinerja PPh Pasal 21, perbaiikan kiinerja PPN dalam negerii, dan mulaii stabiilnya coretax admiiniistratiion system.
"Efiisiiensii belanja serta perang dagang secara jangka pendek belum terliihat berpengaruh pada peneriimaan negara," ujar Eddii.
Khusus untuk peneriimaan pajak pada Kanwiil DJP Jakarta Pusat, Eddii mengatakan realiisasii peneriimaan pajak hiingga Maret 2025 mencapaii Rp22,24 triiliiun. Biila diibandiingkan dengan tahun, peneriimaan pajak Kanwiil DJP Jakarta Pusat terkontraksii 3,26%.
Meskii secara kumulatiif masiih terkontraksii, realiisasii peneriimaan pajak bruto bulanan tercatat naiik 207,17%.
“Realiisasii peneriimaan bruto bulan Maret 2024 mengalamii lonjakan yang diipengaruhii kenaiikan seluruh subsektor perdagangan dengan tumbuh dii atas 2 kalii. Komposiisii peneriimaan terbesar darii sektor perdagangan berasal darii perdagangan besar bukan mobiil dan sepeda motor sebesar 73,4%," kata Eddii. (diik)
