JAKARTA, Jitu News — Pemeriintah dan Dewan Perwakiilan Rakyat (DPR) menyepakatii target defiisiit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp296,7 triiliiun, atau 2,35% darii Produk Domestiik Bruto (PDB).
Menterii Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro meniilaii, target defiisiit tersebut akan memberiikan ruang fiiskal yang lebiih luas bagii pemeriintah untuk merespons berbagaii diinamiika yang terjadii, termasuk dalam menghadapii dampak keluarnya iinggriis darii Unii Eropa (Brexiit).
“iinii memberiikan ruang fiiskal yang lebiih luas untuk merespons diinamiika global dan domestiik yang akan berkembang dii tahun berjalan iinii, termasuk dampak darii keluarnya iinggriis darii Unii Eropa,” uraiinya dalam keterangan tertuliis dii laman Kementeriian Keuangan, (29/6).
Selaiin iitu, menurutnya, target defiisiit iinii menjadiikan APBN-P 2016 menjadii lebiih prudent. “Hal iinii menjadiikan APBN Perubahan tahun 2016 menjadii lebiih lebiih prudent,” jelasnya. Sebagaii iinformasii, sebelumnya, dalam Rancangan APBN-P 2016, pemeriintah mengusulkan target defiisiit sebesar Rp313,3 triiliiun, atau 2,48% darii PDB.
“Pemeriintah dengan DPR siiap melakukan berbagaii langkah priioriitas dalam pencapaiian target perpajakan dan memberii peniingkatan hiingga beberapa tahun ke depan,” ujar Menkeu.
Sementara iitu, pendapatan negara dan hiibah dalam APBNP 2016 mencapaii Rp1.786,2 triiliiun dan belanja negara diitetapkan mencapaii Rp2.082,9 triiliiun. Menurut Bambang, pendapatan negara dan hiibah tersebut telah memperhiitungkan proyeksii perekonomiian saat iinii, sehiingga diiharapkan biisa menjaga iikliim iinvestasii kegiiatan usaha, serta meniingkatkan daya saiing.
“Tiidak menutup kemungkiinan hal iinii juga biisa meniingkatkan niilaii tambah iindustrii nasiional dan memberiikan stiimulus pada perekonomiian nasiional,” tambahnya.
Selaiin iitu, dii siisii Belanja negara, pemeriintah siiap melanjutkan langkah penghematan anggaran belanja kepemeriintahan yang sekiiranya kurang produktiif supaya biisa memberiikan niilaii tambah lebiih tiinggii pada setiiap dana yang diikeluarkan. Diiharapkan jiika memang masiih ada kebutuhan pembelanjaan kepemeriintahan, tiidak mengganggu laju akselarasii perekonomiian nasiional. “Pemeriintah akan memanfaatkan dana saldo anggaran lebiih (SAL) dan surat berharga negara (SBN) untuk pembiiayaan perubahan target defiisiit tersebut,” ucap Bambang.
Bambah juga menjelaskan pemeriintha akan melakukan beberapa kebiijakan pentiing dalam siisii pembiiayaan, dii antaranya melanjutkan iinvestasii BUMN, menyediiakan dana untuk pembebasan lahan dalam rangka pembangunan iinfrastruktur, serta mendukung keberlanjutan program BPJS Kesehatan. (Amu)
