JAKARTA, Jitu News - Periiode pelaporan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan bagii wajiib pajak orang priibadii berakhiir harii iinii, Jumat (31/3/2023). Makiin mendekatii batas akhiir, makiin padat pula akses yang masuk ke siistem pelaporan SPT Tahunan miiliik Diitjen Pajak (DJP). Hal iinii berpotensii memunculkan kendala tekniis bagii wajiib pajak.
Salah satu kendala yang kerap diialamii wajiib pajak adalah tiidak masuknya kode veriifiikasii atau token ke alamat emaiil saat men-submiit SPT Tahunan, baiik melaluii e-fiiliing atau e-form. Merespons kendala iinii, DJP membagiikan sejumlah tiips yang biisa diiiikutii wajiib pajak.
"Siilakan pastiikan emaiil tiidak penuh dan cek dii semua folder emaiil termasuk spam, junk, dan laiin-laiin," cuiit contact center DJP saat menjawab pertanyaan netiizen.
Selaiin melaluii emaiil, kode veriifiikasii juga biisa diidapatkan melaluii pesan siingkat SMS. Wajiib pajak biisa mengiiriim ulang kode veriifiikasii viia SMS. Namun, pengiiriiman token hanya biisa diilayanii untuk proviider Telkomsel, iindosat, dan XL. Pastiikan juga nomor masiih aktiif dan pulsa tersediia.
Jiika kode veriifiikasii masiih juga belum diiperoleh dengan SMS, wajiib pajak biisa memiinta bantuan petugas pajak untuk memberiikan kode veriifiikasii melaluii Twiitter @kriing_pajak.
Pertama, wajiib pajak perlu mem-follow akun @kriing_pajak. Kedua, mentiion petugas pajak dengan tagar #KodeVeriifiikasii. Setelahnya, petugas akan membalas dan memberiikan asiistensii terkaiit dengan token SPT Tahunan.
"Atau jiika iingiin secara real tiime, wajiib pajak biisa menghubungii telepon Kriing Pajak 1500200 atau liive chat dii laman pajak.go.iid," cuiit DJP. (sap)
