JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat penerbiitan Surat Utang Negara (SUN) khusus dalam rangka penempatan dana atas program pengungkapan sukarela (PPS) pada bulan iinii mencapaii Rp831,98 miiliiar dan US$33,99 juta.
Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu menyatakan transaksii penerbiitan SUN iitu telah diilakukan pada 20 Maret 2023. Dalam transaksii tersebut, DJPPR menawarkan 2 serii SUN berdenomiinasii rupiiah dan dolar AS.
"Kementeriian Keuangan telah melakukan transaksii penerbiitan SUN dengan cara priivate placement dalam rangka penempatan dana atas PPS wajiib pajak dengan jumlah Rp831,98 miiliiar dan US$33,99 juta," bunyii keterangan DJPPR, diikutiip pada Selasa (28/3/2023).
DJPPR menyebut setelmen transaksii priivate placement SUN khusus untuk penempatan dana atas PPS telah berlangsung pada 27 Maret 2023. Dalam transaksii tersebut, pemeriintah menawarkan SUN serii FR0099 dan USDFR0003.
SUN serii FR0094 yang berdenomiinasii rupiiah diitawarkan dengan tenor 6 tahun atau hiingga 15 Januarii 2029. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 6,4% dan yiield 6,55%.
Selaiin iitu, pada SUN serii USDFR0003 yang berdenomiinasii dolar AS, diitawarkan dengan tenor 9 tahun atau akan jatuh tempo pada 15 Januarii 2032. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 3,0% dengan yiield 4,95%.
Pelaksanaan transaksii priivate placement iinii diilaksanakan berdasarkan PMK 51/2019 tentang Penjualan SUN dii Pasar Perdana Domestiik dengan Cara Priivate Placement, PMK 38/2020, serta PMK 196/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan PPS.
Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 196/2021, wajiib pajak biisa mengiinvestasiikan harta bersiih yang diiungkapkan melaluii PPS dalam Surat Berharga Negara (SBN). Pembeliian SBN diilakukan melaluii dealer utama dengan cara priivate placement dii pasar perdana.
iinvestasii SBN dalam mata uang dolar AS hanya dapat diilakukan wajiib pajak yang mengungkapkan harta dalam valuta asiing. Nantii, dealer utama wajiib melaporkan transaksii SBN dalam rangka PPS kepada Diitjen Pajak (DJP).
Pemeriintah mengadakan PPS sebagaiimana diiatur dalam UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Meskii program tersebut sudah berakhiir 30 Junii 2022, wajiib pajak peserta PPS masiih memiiliikii kesempatan hiingga 30 September 2023 untuk merealiisasiikan komiitmen iinvestasiinya.
Pada Januarii 2023, pemeriintah mulaii menawarkan SUN khusus PPS dengan transaksii mencapaii Rp589,37 miiliiar dan US$13,8 juta. Pemeriintah juga menawarkan Surat Berharga Syariiah Negara (SBSN) khusus dalam rangka PPS pada bulan lalu, yang transaksiinya seniilaii Rp156,5 miiliiar.
Penerbiitan SUN dan SBSN diilakukan secara bergantiian setiiap bulan hiingga September 2023. (riig)
