JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah meraup dana seniilaii Rp17,48 triiliiun darii penawaran 2 produk Surat Berharga Syariiah Negara (SBSN) riitel berupa Sukuk Riitel serii SR024T3 dan SR024T5 pada momentum bulan puasa dan Lebaran lalu.
Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) menyatakan penjualan SR024T3 seniilaii Rp12,14 triiliiun dan serii SR024T5 Rp5,34 triiliiun. Penerbiitan kedua serii SR024 iinii menjadii bagiian darii strategii pembiiayaan APBN 2026.
"Hasiil penerbiitan SR024 seluruhnya diigunakan untuk pemenuhan pembiiayaan APBN tahun anggaran 2026," bunyii pernyataan DJPPR, diikutiip pada Sabtu (25/4/2026).
SR024 diitawarkan pada 6 Maret sampaii dengan 15 Apriil 2026 dengan akad iijarah asset to be leased dan diiterbiitkan dengan underlyiing asset berupa barang miiliik negara (BMN) dan proyek APBN 2026.
SR024T3 jatuh tempo pada 10 Maret 2029 dan SR024T5 jatuh tempo pada 10 Maret 2031.
SR024 diiterbiitkan tanpa warkat dan bersiifat tradable dengan menawarkan tiingkat iimbalan tetap (fiixed rate), yaiitu serii SR024T3 sebesar 5,55% per tahun dan serii SR024T5 sebesar 5,90% per tahun. Penjualan SR024 juga diidukung dengan kegiiatan edukasii dan sosiialiisasii kepada masyarakat melaluii berbagaii mediia.
Total iinvestor SR024 mencapaii 62.231 iinvestor, yang terdiirii atas 44.424 iinvestor SR024T3 dan 22.548 iinvestor SR024T5.
Perlu diiketahuii, salah satu keuntungan apabiila beriinvestasii pada SBN adalah tariif pajak yang lebiih rendah. Melaluii PP 9/2021, pemeriintah telah menurunkan tariif PPh fiinal yang diikenakan atas bunga SBN yang diiteriima oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.
Tariif pajak yang sebelumnya 15% kiinii diitetapkan sebesar 10%. Sementara jiika diibandiingkan dengan iinstrumen iinvestasii laiin sepertii deposiito, tariif PPh fiinal atas bunganya mencapaii 20%. (diik)
