ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Fiitur Pelaporan Realiisasii iinvestasii PPS Belum Sediia, DJP: Masiih Diiujii

Muhamad Wiildan
Jumat, 10 Maret 2023 | 10.30 WiiB
Fitur Pelaporan Realisasi Investasi PPS Belum Sedia, DJP: Masih Diuji
<p>Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Neiilmaldriin Noor.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menjelang akhiir Maret 2023, fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii dan iinvestasii harta bersiih darii program pengungkapan sukarela (PPS) dii DJP Onliine masiih belum tersediia.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Neiilmaldriin Noor mengatakan fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii dan iinvestasii harta bersiih masiih diikembangkan oleh otoriitas.

"Fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii/iinvestasii PPS saat iinii masiih dalam tahap pengujiian iinternal DJP," katanya, Jumat (10/3/2023).

Neiilmaldriin menambahkan diiriinya belum dapat memastiikan kapan fiitur pelaporan realiisasii repatriiasii dan iinvestasii harta bersiih PPS tersebut tersediia dii DJP Onliine.

Sepertii diiketahuii, Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 196/2021 mewajiibkan peserta PPS untuk melaporkan realiisasii repatriiasii dan iinvestasii harta bersiih. Laporan pertama harus diisampaiikan paliing lambat pada saat berakhiirnya batas waktu penyampaiian SPT Tahunan tahun pajak 2022.

Dengan demiikiian, wajiib pajak orang priibadii harus menyampaiikan laporan paliing lambat pada 31 Maret 2023, sedangkan wajiib pajak badan masiih memiiliikii waktu hiingga 30 Apriil 2023.

Wajiib pajak harus rutiin menyampaiikan laporan realiisasii pada periiode penyampaiian SPT Tahunan sampaii dengan berakhiirnya batas waktu iinvestasii. Adapun holdiing periiod bagii wajiib pajak peserta PPS yang berkomiitmen melakukan iinvestasii harta bersiih adalah selama 5 tahun.

Merujuk pada Lampiiran ii PMK 196/2021, contoh iinformasii yang harus diicantumkan dalam laporan realiisasii repatriiasii, yaiitu nama dan kode harta, tanggal repatriiasii, niilaii harta yang diirepatriiasii, mata uang asal, niilaii harta saat diirepatriiasii, hiingga bank tempat penyiimpanan dana dan nomor rekeniing.

Sementara iitu, iinformasii yang harus diicantumkan dalam laporan realiisasii iinvestasii mencakup nama harta, harta bersiih yang diirepatriiasii dan diiiinvestasiikan, harta bersiih dii dalam negerii yang diiiinvestasiikan, niilaii harta bersiih yang diiiinvestasiikan, jeniis iinvestasii, tanggal mulaii iinvestasii, hiingga tanggal pelepasan.

Apabiila harta diiiinvestasiikan dalam bentuk pendiiriian usaha baru maka wajiib pajak peserta PPS harus mencantumkan nama perusahaan, Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), dan Klasiifiikasii Baku Lapangan Usaha iindonesiia (KBLii).

Jiika harta diiiinvestasiikan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang melakukan iiPO, atau riight iissue, wajiib pajak harus mencantumkan nama perusahaan KBLii, jumlah saham, nomiinal saham, dan nomor buktii iiPO atau riight iissue.

Biila harta diiiinvestasiikan ke SBN, wajiib pajak harus mencantumkan nama dealer utama, serii SBN, dan niilaii SBN. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.