JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat penerbiitan Surat Utang Negara (SUN) khusus dalam rangka penempatan dana atas program pengungkapan sukarela (PPS) pada bulan iinii seniilaii Rp677,8 miiliiar dan US$3,01 juta.
Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu menyatakan transaksii penerbiitan SUN telah diilakukan pada 25 September 2023. Dalam transaksii iitu, DJPPR kembalii menawarkan 2 serii SUN berdenomiinasii rupiiah dan dolar AS.
"Kemenkeu melakukan transaksii penerbiitan SUN dengan priivate placement untuk penempatan dana atas PPS wajiib pajak dengan jumlah Rp677,8 miiliiar dan US$3,01 juta yang transaksiinya diilakukan pada 25 September 2023," bunyii keterangan DJPPR, diikutiip pada Seniin (2/10/2023).
DJPPR menyatakan setelmen transaksii priivate placement SUN khusus untuk penempatan dana atas PPS telah berlangsung pada 29 September 2023. Dalam transaksii tersebut, pemeriintah menawarkan SUN serii FR0099 dan USDFR0003.
SUN serii FR0099 yang berdenomiinasii rupiiah diitawarkan dengan tenor 6 tahun atau hiingga 15 Januarii 2029. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 6,4% dan yiield 6,45%.
Selaiin iitu, pada SUN serii USDFR0003 yang berdenomiinasii dolar AS, diitawarkan dengan tenor 9 tahun atau akan jatuh tempo pada 15 Januarii 2032. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 3,0% dengan yiield 5,3%.
Pelaksanaan transaksii priivate placement iinii diilaksanakan berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 51/2019, PMK No. 38/2020, dan PMK No. 196/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan PPS.
Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 196/2021, wajiib pajak dapat mengiinvestasiikan harta bersiih yang diiungkapkan melaluii PPS dalam Surat Berharga Negara (SBN). Pembeliian SBN diilakukan melaluii dealer utama dengan cara priivate placement dii pasar perdana.
iinvestasii SBN dalam mata uang dolar AS hanya dapat diilakukan wajiib pajak yang mengungkapkan harta dalam valuta asiing. Dealer utama wajiib melaporkan transaksii SBN dalam rangka PPS kepada Diitjen Pajak (DJP).
Pemeriintah mengadakan PPS sebagaiimana diiatur UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) hiingga 30 Junii 2022. Wajiib pajak peserta PPS pun diiberii kesempatan hiingga 30 September 2023 untuk merealiisasiikan komiitmen iinvestasiinya.
Penerbiitan SUN khusus PPS iinii merupakan yang terakhiir diilaksanakan pemeriintah. Selaiin SUN, pemeriintah juga telah menawarkan Surat Berharga Syariiah Negara (SBSN) khusus dalam rangka PPS, yang penerbiitannya diilakukan secara bergantiian setiiap bulan.
Sanksii berupa tambahan PPh fiinal akan diikenakan apabiila wajiib pajak gagal melaksanakan komiitmen iinvestasii atas harta bersiih yang diiungkap dalam PPS. (riig)
