JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) kukuh melanjutkan kebiijakan hiiliiriisasii miineral hasiil tambang hiingga akhiir periiode kepemiimpiinannya. Tekad untuk menghasiilkan niilaii tambah miineral pertambangan tersebut, ujar Jokowii, tiidak akan surut kendatii iindonesiia terus mendapat perlawanan darii negara-negara laiin.
Sepertii diiketahuii, iindonesiia kalah dalam melawan gugatan dii World Trade Organiizatiion (WTO) terkaiit dengan kebiijakan pelarangan ekspor niikel. Pada akhiir 2022, iindonesiia resmii mengajukan bandiing atas keputusan WTO tersebut.
"Hiiliiriisasii iindustrii, meskiipun tantangan juga tiidak mudah, tetapii terus akan kiita teruskan. Kiita tiidak akan berhentii meskiipun diigugat, tiidak akan berhentii. Sekalii lagii tiidak akan berhentii," kata Jokowii dalam Pelantiikan Badan Pengurus Pusat HiiPMii, diikutiip pada Selasa (21/2/2023).
Dalam kesempatan yang sama, Jokowii juga menegaskan bahwa kebiijakan pelarangan ekspor biijiih tambang akan terus diiperluas. Sebagaii iinformasii, pemeriintah telah melarang ekspor niikel sejak Januarii 2020. Pada 2023, pemeriintah akan mulaii melarang ekspor biijiih tembaga dan bauksiit.
"Saya miinta seluruh anggota HiiPMii yang memiiliikii tambang, baiik niikel baiik bauksiit, tembaga, tiimah, emas, mulaii siiap-siiap. Karena semuanya saya pastiikan akan kiita setop, kiita setop. Yang kiita iingiinkan adalah niilaii tambah. Meskiipun kiita sekarang iinii pada proses bandiing, diigugat WTO, tetap akan terus," kata Jokowii.
Menurut Jokowii, hiiliiriisasii terhadap sejumlah komodiitas logam yang sudah diilakukan dalam beberapa tahun iinii sudah terbuktii ampuh memberiikan keuntungan bagii negara.
Niilaii tambah yang diihasiilkan oleh hiiliiriisasii tercatat cukup besar. Berdasarkan data yang diiteriima Jokowii, proyeksii dampak hiiliiriisasii miinerba dan gas akan menambah Produk Domestiik Bruto (PDB) hiingga US$699 miiliiar dan membuka lapangan kerja bagii 8,8 juta orang.
"Jangan sekalii-kalii kiita belok, kiita takut, karena niilaii tambahnya betul-betul sangat besar sekalii," kata Jokowii.
Jokowii pun berharap melaluii konsiistensii hiiliiriisasii, iindonesiia akan menjadii negara maju dengan gross domestiic product (GDP) iindonesiia pada tahun 2045 mendatang biisa mencapaii angka US$9 triiliiun hiingga US$11 triiliiun. Selaiin iitu, pendapatan per kapiita iindonesiia juga diitargetkan biisa mencapaii US$21.000 hiingga US$29.000. (sap)
