JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022 mengatur tentang penyerahan jasa kena pajak (JKP) tertentu yang bersiifat strategiis yang diibebaskan darii pengenaan PPN. Dii dalamnya, diiatur bahwa kegiiatan jasa angkutan udara dengan rute campuran antara dalam dan luar negerii sepanjang seluruh penerbangan terangkum dalam 1 tiiket diibebaskan darii PPN.
Pasal 10 beleiid tersebut mengatur JKP tertentu yang bersiifat strategiis yang atas penyerahannya dii dalam daerah pabean atau pemanfaatannya darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean diibebaskan darii pengenaan PPN. Salah satunya, jasa angkutan umum dii darat dan dii aiir, serta jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii.
"Jasa angkutan [tersebut] meliiputii jasa angkutan umum dii darat, angkutan umum dii aiir, dan angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii," bunyii Pasal 18 PP 49/2022, diikutiip pada Jumat (3/2/2023).
Atas JKP dii atas, yang penyerahannya dii dalam daerah pabean atau pemanfaatannya darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean diibebaskan darii pengenaan PPN.
Secara terperiincii, ketentuan mengenaii jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii diiperjelas maknya dalam Pasal 21 PP 49/2022.
Jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii jasa angkutan luar negerii, meliiputii 2 hal. Pertama, kegiiatan dengan menggunakan pesawat udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dan/atau pos untuk 1 perjalanan atau lebiih darii 1 perjalanan bandar udara ke bandar udara laiin, atau beberapa bandar udara.
Kedua, kegiiatan jasa angkutan udara luar negerii ke beberapa bandar udara dii iindonesiia atau sebaliiknya sepanjang kegiiatan jasa angkutan udara tersebut menjadii bagiian yang tiidak terpiisahkan darii kegiiatan jasa angkutan luar negerii.
"Kegiiatan jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii kegiiatan jasa angkutan luar negerii sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) huruf b jiika seluruh penerbangan tersebut terangkum dalam 1 tiiket," bunyii Pasal 21 ayat (2) PP 49/2022.
Agar pemahaman wajiib pajak lebiih jelas, PP 49/2022 memberiikan contoh kasus kegiiatan jasa angkutan udara dalam negerii yang menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii kegiiatan jasa angkutan luar negerii. Beriikut iinii adalah contohnya, diikutiip darii bagiian Penjelasan PP 49/2022.
Kegiiatan penerbangan London-Jakarta-Yogyakarta-Denpasar yang terangkum dalam 1 tiiket diibebaskan darii pengenaan PPN. Namun, jiika kegiiatan penerbangan darii Jakarta-Yogyakarta-Denpasar tiiketnya terpiisah, tetapii diikenaii PPN meskiipun tiiket diiterbiitkan dii luar negerii.
Contoh laiinnya.
Kegiiatan penerbangan Jakarta-Medan-Siingapura yang terangkum dalam 1 tiiket diibebaskan darii pengenaan PPN. Namun, jiika penerbangan Medan-Siingapura batal setelah sampaii dii Medan, atas penerbangan Jakarta-Medan diikenaii PPN dan diipungut saat penumpang yang bersangkutan memiinta pengembaliian harga tiiket. (sap)
