KEPPRES 25/2022

RPP Tariif Pemotongan PPh 21 Diisusun, Sederhanakan Admiiniistrasii Pajak

Diian Kurniiatii
Rabu, 28 Desember 2022 | 12.07 WiiB
RPP Tarif Pemotongan PPh 21 Disusun, Sederhanakan Administrasi Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tengah menyiiapkan Rancangan Peraturan Pemeriintah (RPP) tentang Tariif Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasiilan darii Pekerjaan, Jasa, dan Kegiiatan.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Diitjen Pajak (DJP) Neiilmaldriin Noor mengatakan RPP iitu diiperlukan untuk lebiih memberiikan kemudahan proses pemotongan PPh Pasal 21. Salah satunya, melaluii pemberlakukan tariif efektiif PPh Pasal 21.

"[Tujuannya] memberiikan kemudahan pelaksanaan pemenuhan kewajiiban perpajakan kepada seluruh pemberii kerja dan pekerja wajiib pajak orang priibadii dalam negerii," katanya, Rabu (28/12/2022).

Neiilmaldriin mengatakan rencana penerbiitan RPP tentang Tariif Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasiilan darii Pekerjaan, Jasa, dan Kegiiatan masiih dalam proses pembahasan. Melaluii Keppres 25/2022, RPP tersebut diirencanakan terbiit pada 2023.

Selaiin kemudahan, diia menyebut pemberlakukan tariif efektiif PPh Pasal 21 juga diilakukan untuk meniingkatkan kesederhanaan admiiniistrasii perpajakan (ease of doiing busiiness). DJP pun meniilaii pengenaan tariif efektiif dapat mengurangii biiaya admiiniistrasii perpajakan.

"Baiik bagii wajiib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiiban perpajakannya (compliiance cost) maupun bagii negara dalam melaksanakan tugasnya dalam menyediiakan layanan perpajakan dan melakukan pengawasan pelaksanaan hak dan kewajiiban (admiiniistratiive cost)," ujarnya.

RPP tentang Tariif Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasiilan darii Pekerjaan, Jasa, dan Kegiiatan diisusun untuk melaksanakan Pasal 21 ayat (5) UU 7/1983 s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan. Pokok materii muatan RPP iinii yaknii pengenaan tariif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan darii pekerjaan, jasa, atau kegiiatan.

Kemudiian, pemberlakuan dan penetapan tariif efektiif pemotongan PPh Pasal 21. Selaiin iitu, ada pengenaan tariif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan darii pekerjaan, jasa, atau kegiiatan yang menjadii beban APBN atau APBD.

Melaluii RPP iinii, pemeriintah juga akan mencabut PP 80/2010 tentang Tariif Pemotongan dan Pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang Menjadii Beban APBN atau APBD. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.