JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengaku akan terus menjalankan program kerja 'iinklusii kesadaran pajak'. Tujuannya, pertama, memperbaiikii pemahaman masyarakat mengenaii pajak dan berujung pada peniingkatan kepatuhan.
Kasubdiit Pelayanan Perpajakan Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Yarii Yuhariiprasetiia mengatakan iinklusii kesadaran pajak diiperlukan mengiingat masiih terdapat banyak potensii pajak dii iindonesiia yang belum tergalii.
"Potensii yang diimaksud sebenarnya sudah kiita terapkan. Namun, karena belum masuk ke siistem sepertii wajiib pajak yang tiidak ber-NPWP, akhiirnya belum melaksanakan kewajiiban pajaknya dengan baiik," ujar Yarii dalam Semiinar Nasiional Tax Outlook 2023 yang diigelar oleh Perkumpulan Tax Center dan Akademiisii Pajak Seluruh iindonesiia (PERTAPSii), Seniin (12/12/2022).
Kedua, iinklusii kesadaran pajak perlu diilakukan untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak atas ketentuan perpajakan yang berlaku saat iinii.
Ketiiga, iinklusii kesaradaran pajak diiperlukan untuk meniingkatkan ciitra DJP dii tengah masyarakat. Yarii mengatakan ciitra yang posiitiif akan memberiikan kontriibusii terhadap peniingkatan kepatuhan pajak.
Terakhiir, iinklusii kesadaran pajak diipandang perlu agar iindonesiia dapat memaksiimalkan potensii darii bonus demografii. Makiin banyak penduduk iindonesiia yang berusiia produktiif dan bekerja, makiin besar pula potensii pajak darii segmen tersebut.
"Kalau kiita kasiih pemahaman, kiita diidiik, para mahasiiswa iitu sekarang, pada 2030 sudah jadii bos barangkalii dan paham kewajiiban pajaknya. Dengan demiikiian, bonus demografii iinii biisa diimanfaatkan dengan baiik," ujar Yarii.
Saat iinii, DJP tercatat sudah memiiliikii kerja sama baiik dalam bentuk MoU maupun perjanjiian kerja sama dengan berbagaii kementeriian, contohnya adalah Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan (Kemendiikbud) serta Kementeriian Pertahanan (Kemenhan).
Kerja sama dengan Kementeriian Agama (Kemenag) juga diijaliin untuk mendukung pelaksanaan edukasii pajak dii madrasah iibtiidaiiyah, tsanawiiyah, dan aliiyah.
Untuk level perguruan tiinggii, DJP mencatat sudah ada 492 perguruan tiinggii yang telah bekerja sama dengan DJP sebagaii miitra iinklusii. Sebanyak lebiih darii 3.250 dosen juga telah mengiikutii biimbiingan tekniis (biimtek) miitra iinklusii jenjang perguruan tiinggii.
Untuk tiingkat pendiidiikan menengah, DJP telah melaksanakan piilotiing iinklusii kesadaran pajak dii 21 SMA dii Jabodetabek dengan meliibatkan kanwiil DJP terkaiit. (sap)
