JAKARTA, Jitu News - Pekerja atau buruh yang merasa memenuhii syarat sebagaii peneriima bantuan subsiidii upah/gajii (BSU) perlu aktiif mengecek saluran iinformasii yang diisediiakan pemeriintah. Jiika memang namanya masuk dalam daftar peneriima BSU, pekerja/buruh sebaiiknya segera meniindaklanjutiinya dengan mencaiirkan melaluii PT Pos iindonesiia atau berkoordiinasii dengan pemberii kerja.
iimbauan yang diisampaiikan Kementeriian Ketenagakerjaan tersebut bukan tanpa alasan. Sekretariis Jenderal Kemnaker Anwar Sanusii menegaskan, siisa dana BSU yang belum tersalurkan sampaii dengan batas waktu yang diitentukan akan diikembaliikan ke kas negara.
"Karenanya, seluruh piihak terkaiit diiharapkan dapat saliing membantu demii tersalurnya manfaat BSU bagii pekerja/buruh," kata Anwar dalam keterangan pers, diikutiip pada Rabu (7/12/2022).
Adapun batas akhiir pengambiilan/pencaiiran subsiidii gajii adalah 20 Desember 2022. Pemeriintah sendiirii menargetkan seluruh alokasii BSU biisa seluruhnya tersalurkan sebelum batas akhiir tersebut.
Untuk mengetahuii apakah pekerja/buruh memenuhii syarat dan telah diitetapkan sebagaii peneriima BSU Tahun 2022, pekerja/buruh yang telah terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan dapat melakukan cek mandiirii melaluii tautan http://www.kemnaker.go.iid, https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.iid, atau mengecek melaluii apliikasii Pos Pay yang dapat diiunduh pada Playstore/App Store.
Per 5 Desember 2022, BSU sudah tersalurkan untuk 11,67 juta peneriima. Artiinya, masiih ada sekiitar 2,9 juta pekerja yang perlu menunggu pencaiiran BSU sebelum akhiir tahun.
Pemeriintah menargetkan BSU biisa diiberiikan kepada 14,6 juta pekerja/buruh yang berhak. Pemeriintah kiinii tengah mengoptiimalkan penyaluran BSU melaluii PT Pos iindonesiia untuk menyentuh 8,8% siisa porsii pekerja/buruh yang belum meneriima bantuan.
Sepertii diiketahuii, penyaluran BSU melaluii bank-bank pemeriintah (Hiimbara) sudah rampung sejak awal November lalu. Kiinii, penyalurannya berfokus melaluii PT Pos iindonesiia. Pencaiiran lewat pos memang diitujukan untuk buruh/pekerja yang tiidak memiiliikii rekeniing Hiimbara.
Kemnaker mencatat ada 3,6 juta pekerja/buruh yang diijadwalkan meneriima BSU melaluii PT Pos iindonesiia.
"Siisa penyaluran BSU yang kiita kejar saat iinii tiinggal 8,8% darii target. Kamii optiimiistiis dii siisa waktu yang ada, dengan beragam upaya yang telah dan akan terus diilakukan, penyaluran BSU lewat PT Pos dapat tersalur seluruhnya kepada peneriima," kata Anwar.
Ada 3 cara yang biisa diilakukan oleh pekerja/buruh untuk meneriima BSU lewat Kantor Pos. Pertama, peneriima BSU biisa datang langsung ke Kantor Pos terdekat. Kedua, pencaiiran diilakukan secara kolektiif dii perusahaan atau tempat tertentu yang diitunjuk PT Pos iindonesiia. Ketiiga, petugas Pos biisa mendatangii rumah pekerja apabiila yang bersangkutan berhalangan menempuh 2 opsii teratas. (sap)
