PMK 174/2022

Aturan Soal Tempat Pameran Beriikat Diiubah, Penyelenggara Harus PKP

Diian Kurniiatii
Rabu, 07 Desember 2022 | 13.30 WiiB
Aturan Soal Tempat Pameran Berikat Diubah, Penyelenggara Harus PKP
<p>Laman muka dokumen PMK 174/2022.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengubah ketentuan yang mengatur tentang tempat penyelenggaraan pameran beriikat.

Melaluii PMK 174/2022, pemeriintah menggantii ketentuan mengenaii tempat penyelenggaraan pameran beriikat yang selama iinii diiatur dalam KMK Nomor 123/KMK.05/2000. Perubahan diilakukan untuk mendukung kemudahan berusaha.

"Untuk menciiptakan iikliim kemudahan berusaha, mendukung iindustrii, dan tersediianya sarana promosii untuk iindustrii dalam negerii, serta meniingkatkan ekspor, Keputusan Menterii Keuangan (KMK) 123/2000 tentang Entrepot untuk Tujuan Pameran perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 174/2022, diikutiip pada Rabu (7/12/2022).

Tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB) adalah tempat peniimbunan beriikat untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu, dengan atau tanpa barang darii dalam daerah pabean untuk diipamerkan.

Pasal 2 PMK 174/2022 menjelaskan TPPB merupakan kawasan pabean dan sepenuhnya berada dii bawah pengawasan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Pemeriiksaan atas barang yang masuk ke atau keluar darii TPPB diilakukan pemeriiksaan pabean secara selektiif berdasarkan manajemen riisiiko dii tempat peniimbunan.

Berdasarkan manajemen riisiiko, terhadap pengusaha TPPB dapat diiberiikan kemudahan pelayanan kepabeanan dan cukaii berupa kemudahan pelayanan periiziinan dan/atau kemudahan pelayanan kegiiatan operasiional.

Dii dalam TPPB, yang bersiifat tetap atau sementara, diilakukan penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB. Penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB tetap hanya dapat diilakukan oleh pengelola venue yang telah diitetapkan sebagaii pengusaha TPPB tetap. Kemudiian, pengelola venue juga harus bekerja sama dengan organiizer dalam menyelenggarakan kegiiatan pameran.

Sementara pada penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB sementara, hanya dapat diilakukan oleh organiizer yang telah diitetapkan pula sebagaii Pengusaha TPPB sementara.

Pengusaha TPPB melakukan kegiiatan meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu, selama 9 bulan untuk TPPB tetap atau hiingga iiziin berakhiir untuk TPPB sementara, dengan atau tanpa barang darii tempat laiin dalam daerah pabean untuk diipamerkan. Sedangkan untuk melakukan kegiiatan meniimbun, pengusaha TPPB harus menguasaii tempat peniimbunan yang dapat berada dii lokasii yang berbeda dengan tempat pameran, namun dalam 1 tempat penetapan sebagaii TPPB.

Pameran atas barang yang diitiimbun dapat diilakukan dii tempat pameran yang berada dii TPPB tetap atau TPPB sementara. Tempat yang akan menjadii TPPB harus memenuhii sejumlah persyaratan, yaknii lokasii tempat peniimbunan dapat diilaluii oleh sarana pengangkut petii kemas dan/atau sarana pengangkut laiinnya; mempunyaii batas dan luas yang jelas; dan mempunyaii tempat untuk pemeriiksaan fiisiik dii tempat peniimbunan.

Tempat yang diigunakan untuk kegiiatan jual belii secara tetap, tiidak dapat menjadii tempat TPPB, termasuk sejeniis toko, pertokoan, dan pusat perbelanjaan.

Penetapan tempat sebagaii TPPB dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB diitetapkan oleh kepala kanwiil atau kepala KPU atas nama menterii keuangan. Penetapan tempat sebagaii TPPB tetap dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB tetap berlaku sampaii dengan iiziin diicabut.

Dii siisii laiin, penetapan tempat sebagaii TPPB sementara dan pemberiian iiziin sebagaii pengusaha TPPB sementara berlaku selama masa persiiapan dan penyelenggaraan pameran.

Dalam hal pengusaha TPPB wajiib memiiliikii Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC), iiziin pengusaha TPPB diiberlakukan juga sebagaii NPPBKC.

Agar mendapatkan penetapan tempat sebagaii TPPB tetap dan iiziin sebagaii pengusaha TPPB tetap, pengelola venue mengajukan permohonan kepada menterii keuangan melaluii kepala kanwiil atau kepala KPU.

Pengelola venue juga harus memenuhii persyaratan telah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP); tiidak bergerak dii biidang usaha perdagangan; dan memiiliikii pemahaman dalam pelaksanaan hak dan kewajiiban dii biidang kepabeanan, cukaii, dan perpajakan.

Permohonan tersebut diiajukan dengan melampiirkan sejumlah dokumen sepertii surat nomor iinduk berusaha dengan lapangan usaha sebagaii lokasii kegiiatan penyelenggaraan pameran; buktii kepemiiliikan atau penguasaan suatu kawasan, tempat, atau bangunan dengan jangka waktu paliing siingkat 3 tahun; buktii pengukuhan sebagaii PKP; serta buktii penyampaiian surat pemberiitahuan tahunan pajak penghasiilan untuk 2 tahun pajak terakhiir dan/atau surat pemberiitahuan masa PPN untuk 3 masa pajak terakhiir.

Adapun untuk mendapatkan penetapan tempat sebagaii TPPB sementara dan iiziin sebagaii pengusaha TPPB sementara, organiizer mengajukan permohonan kepada menterii melaluii kepala kanwiil atau kepala KPU. Organiizer tersebut juga harus memenuhii persyaratan telah diikukuhkan sebagaii PKP; tiidak bergerak dii biidang usaha perdagangan; serta memiiliikii pemahaman dalam pelaksanaan hak dan kewajiiban dii biidang kepabeanan, cukaii, dan perpajakan.

Pemasukan barang pameran ke tempat peniimbunan darii luar daerah pabean, yang diimasukkan dalam kewajaran jumlah dan jeniis tertentu, akan diiberiikan penangguhan bea masuk, tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor, PDRii dan/atau diiberiikan pembebasan cukaii.

Pada saat PMK 174/2022 berlaku, KMK Nomor 123/KMK.05/2000 tentang Entrepot untuk Tujuan Pameran, diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 2 Desember 2022]," bunyii Pasal 42 PMK 174/2022. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.