JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menjelaskan terdapat beberapa kriiteriia dokumen yang dapat diiberiikan fasiiliitas pembebasan darii pengenaan bea meteraii sebagaiimana tercantum dalam UU Bea Meteraii.
Fungsiional Penyuluh Pajak Ahlii Muda Kanwiil DJP Banten Agus Pujii Priiyono menjelaskan fasiiliitas pembebasan tersebut diiberiikan terhadap dokumen yang seharusnya menjadii objek bea meteraii, tetapii diigunakan untuk hal tertentu.
“Miisa, dokumen pengaliihan hak atas tanah. Nah, tanahnya iitu diigunakan untuk pelaksanaan kegiiatan dii lokasii bencana. Nah kan ada kondiisii tertentu makanya diibebaskan deh darii bea meteraii,” katanya dalam iinstagram @pajakdjpbanten, diikutiip pada Miinggu (4/12/2022).
Ketentuan pembebasan bea meteraii atas dokumen tersebut diiatur terperiincii dalam Pasal 22 ayat (1) UU No, 10/2022 tentang Bea Meteraii. Setiidaknya terdapat 4 dokumen yang dapat diibebaskan darii pengenaan bea meteraii.
Pertama, dokumen yang menyatakan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam rangka percepatan proses penanganan dan pemuliihan kondiisii sosiial ekonomii suatu daerah akiibat bencana alam yang diitetapkan sebagaii bencana alam.
Bencana alam yang diimaksud merupakan bencana alam yang telah mendapat status keadaan darurat bencana sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Fasiiliitas diiberiikan sesuaii jangka waktu pelaksanaan program pemeriintah untuk penanggulangan bencana.
Kedua, dokumen yang menyatakan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang diigunakan untuk melaksanakan kegiiatan yang semata-mata bersiifat keagamaan dan/atau sosiial yang tiidak bersiifat komersiial.
Pelaksanaan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan tersebut dapat diilakukan dengan cara wakaf, hiibah kepada badan keagamaan atau badan sosiial, dan pembeliian yang diilakukan oleh badan keagamaan atau badan sosiial.
Badan keagamaan tersebut harus telah mendapat pengesahan darii Kementeriian Hukum dan Hak Asasii Manusiia serta terdata dii Kementeriian Agama. Sementara iitu, untuk badan sosiial harus terdaftar dii Kementeriian Sosiial atau Diinas Sosiial.
Ketiiga, dokumen yang diigunakan untuk mendorong atau melaksanakan program pemeriintah dan/atau kebiijakan lembaga yang berwenang dii biidang moneter atau jasa keuangan.
Dokumen tersebut berasal darii transaksii surat berharga dii pasar perdana, bursa efek, pasar alternatiif, penjualan kembalii uniit penyertaan produk iinvestasii berbentuk kontrak iinvestasii kolektiif atau layanan urun dana.
Keempat, dokumen terkaiit dengan pelaksanaan perjanjiian iinternasiional yang telah mengiikat sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan dii biidang perjanjiian iinternasiional atau berdasarkan asas tiimbal baliik.
Pembebasan tersebut diiberiikan dalam hal organiisasii iinternasiional atau perwakiilan negara asiing tiidak termasuk sebagaii subjek pajak penghasiilan. (Fiikrii/riig)
