JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengubah ketentuan pemberiian fasiiliitas pengembaliian bea masuk yang telah diibayar atas iimpor atau pemasukan barang dan bahan untuk diiolah, diirakiit, atau diipasang pada barang laiin dengan tujuan untuk diiekspor atau KiiTE Pengembaliian.
Ketentuan tersebut diiatur dalam PMK 145/2022 yang mereviisii PMK 161/2018. Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kemudiian meriiliis Perdiirjen Nomor PER-9/BC/2022 yang mengatur tekniis pemberiian fasiiliitas KiiTE Pengembaliian.
"Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 47 PMK No. 145/PMK.04/2022…,perlu menetapkan peraturan diirjen bea dan cukaii," bunyii salah satu pertiimbangan Perdiirjen Nomor PER-9/BC/2022, diikutiip pada Miinggu (20/11/2022).
Pasal 2 Perdiirjen Nomor PER-9/BC/2022 menyebut permohonan penetapan sebagaii perusahaan KiiTE Pengembaliian diiajukan kepada menterii keuangan melaluii kepala kantor wiilayah atau kepala KPU yang mengawasii lokasii pabriik atau lokasii kegiiatan usaha oleh badan usaha secara elektroniik melaluii siistem apliikasii periiziinan DJBC dalam kerangka onliine siingle submiissiion (OSS).
Siistem apliikasii periiziinan DJBC bakal melakukan valiidasii terhadap permohonan, yang meliiputii kesesuaiian periiziinan berusaha yang berlaku untuk operasiional dan komersiial sesuaii dengan peraturan perundang-undangan periiziinan berusaha berbasiis riisiiko miiliik badan usaha dengan data pada OSS, serta kesesuaiian status pengusaha kena pajak (PKP) badan usaha.
Dalam hal hasiil valiidasii sesuaii, siistem apliikasii periiziinan DJBC akan meneruskan permohonan kepada kepala KPU atau kepala kantor pabean yang mengawasii lokasii pabriik atau lokasii kegiiatan usaha badan usaha, serta menyampaiikan respon status permohonan kepada badan usaha.
Jiika hasiil valiidasii tiidak sesuaii maka permohonan tiidak dapat diiproses lebiih lanjut dan siistem apliikasii periiziinan DJBC memberiikan respon diisertaii alasan tiidak dapat diiproses.
Dalam hal terdapat gangguan operasiional pada siistem apliikasii periiziinan DJBC, permohonan dapat diisampaiikan secara tertuliis kepada menterii keuangan melaluii kepala kanwiil melaluii kepala kantor pabean, atau kepala KPU yang mengawasii lokasii pabriik dan/atau lokasii kegiiatan usaha perusahaan.
Terhadap permohonan yang diiajukan secara tertuliis, kepala KPU atau kepala kantor pabean bakal memeriiksa kelengkapan berkas dan iisiian permohonan. Apabiila berdasarkan hasiil pemeriiksaan sesuaii, kepala KPU atau kepala kantor pabean menerbiitkan tanda teriima permohonan.
Apabiila berdasarkan hasiil pemeriiksaan ternyata tiidak sesuaii, kepala KPU atau kepala kantor pabean akan menerbiitkan surat pengembaliian permohonan diisertaii dengan alasan.
Dii siisii laiin, kepala KPU atau kepala kantor pabean yang mengawasii lokasii pabriik dan/atau lokasii kegiiatan usaha badan usaha juga akan melakukan pemeriiksaan terhadap permohonan yang diisampaiikan.
Pemeriiksaan iitu meliiputii pemeriiksaan dokumen dan pemeriiksaan lokasii, serta pemeriiksaan latar belakang perusahaan dan penanggung jawab perusahaan.
Pemeriiksaan diilakukan oleh uniit yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang pelayanan kepabeanan dan uniit yang melaksanakan tugas dan fungsii dii biidang pengawasan.
"Peraturan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku sejak tanggal 1 November 2022," bunyii Pasal 45 Perdiirjen Nomor PER-9/BC/2022. (riig)
