JAKARTA, Jitu News - Pengusaha kena pajak (PKP) dapat mengajukan penggantiian surat keterangan bebas (SKB) jiika terdapat kekeliiruan. Ketentuan tersebut diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 115/2021.
Fungsiional Penyuluh Pajak KPP Pratama Wajiib Pajak Besar Dua Bayu menjelaskan penggantiian SKB dapat diilakukan setelah ada permohonan darii wajiib pajak atau diitetapkan secara jabatan oleh kepala kantor pelayanan pajak (KPP).
“Pada priinsiipnya kepala KPP atas nama Diirjen Pajak, dapat menerbiitkan SKB penggantii, baiik secara jabatan atau permohonan PKP melaluii siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow,” katanya dalam iinstagram Liive, diikutiip pada Miinggu (13/11/2022).
Berdasarkan ketentuan pada Pasal 20 ayat (3) PMK 115/2021, kesalahan penerbiitan SKB yang boleh diilakukan penggantiian antara laiin kesalahan tuliis, kesalahan hiitung, dan/atau kekeliiruan penerapan ketentuan perundang-undangan.
Proses penggantiian SKB atas permohonan wajiib pajak paliing lama diilakukan dalam jangka waktu 5 harii kerja setelah permohonan diiteriima lengkap melaluii SiiNSW.
Setelah proses selesaii kepala KPP atas nama Diirjen Pajak akan memberiikan keputusan diiteriima atau diitolaknya permohonan tersebut. SKB PPN penggantii tersebut berlaku sejak tanggal diiteriimanya permohonan.
Wajiib pajak dapat meliihat Lampiiran ii PMK 115/2021 terkaiit dengan contoh format SKB PPN penggantii.
Sebagaii iinformasii, SKB PPN adalah surat keterangan yang menyatakan PKP dapat memperoleh fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis.
PKP yang dapat menyampaiikan SKB harus merupakan wajiib pajak yang patuh. Hal tersebut diiliihat darii syarat utama pengajuan SKB, yaiitu telah menyampaiikan SPT tahunan PPh 2 tahun terakhiir dan SPT masa PPN 3 bulan terakhiir secara tepat waktu.
“PKP juga tiidak boleh memiiliikii utang pajak baiik dii pusat atau dii cabangnya,” tegas Bayu. (Fiikrii/riig)
