BERiiTA PAJAK SEPEKAN

Awasii Pakaii Analiisiis iindiiviidu, DJP Biisa Prediiksii Kemampuan Bayar WP

Redaksii Jitu News
Sabtu, 12 November 2022 | 08.00 WiiB
Awasi Pakai Analisis Individu, DJP Bisa Prediksi Kemampuan Bayar WP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Penguatan tata kelola data perpajakan terus diilakukan oleh Diitjen Pajak (DJP). Salah satunya, melaluii pemanfaatan iindiiviidual analytiic yang mencakup hasiil analiisiis data perpajakan, baiik darii laporan hasiil analiisiis (LHA) dan laporan hasiil analiisiis perpajakan (LHAP).

Topiik tentang penguatan tata kelola data perpajakan untuk tujuan pengawasan iinii cukup hangat diiperbiincangkan netiizen dalam sepekan terakhiir.

"Penguatan tata kelola data perpajakan dii antaranya diiupayakan melaluii pemanfaatan iindiiviidual analytiic yang mencakup hasiil analiisiis data perpajakan," tuliis otoriitas dalam Laporan Tahunan DJP 2021.

LHA memuat hasiil penelaahan atas potensii perpajakan dalam liingkup miikro untuk wajiib pajak pada beberapa sektor, sepertii perkebunan, periikanan, iindustrii tekstiil, iindustrii kiimiia, iindustrii farmasii, jasa keuangan, jasa kesehatan, pertambangan, kehutanan, dan jasa konstruksii.

Kemudiian, ada jasa pendiidiikan, jasa transportasii dan pergudangan, iindustrii perdagangan makanan dan miinuman, iindustrii dan perdagangan elektroniik, ekonomii diigiital, jasa freiight forwardiing dan logiistiik, jasa iinformasii dan komuniikasii over the top (OTT).

Selaiin sektor-sektor iitu, ada pula hasiil penelaahan atas potensii perpajakan darii wajiib pajak orang priibadii hiigh wealth iindiiviidual (HWii) dan promiinent people. Ada pula wajiib pajak orang priibadii selaiin HWii dan promiinent people.

Adapun LHAP beriisii hal terkaiit dengan aspek proses biisniis, aspek perpajakan, modus penghiindaran pajak, tekniik penggaliian potensii pajak, usulan penyusunan dan/atau perbaiikan regulasii, serta tentunya usulan mengenaii kebutuhan data.

Sepertii apa tekniis pemanfaatan LHA dan LHAP iinii. Baca artiikel lengkapnya dii 'Pakaii iindiiviidual Analytiic, DJP Galii Potensii dan Awasii Wajiib Pajak'.

Masiih soal pengawasan, DJP kiinii memiiliikii apliikasii khusus untuk memprediiksii kemampuan bayar wajiib pajak, yaknii apliikasii Abiiliity to Pay (ATP).

Apliikasii ATP merupakan salah satu darii 6 data analytiics yang diiluncurkan DJP pada tahun lalu. Sesuaii dengan penjelasan dalam Laporan Tahunan DJP 2021, ATP mengusung siisii subjektiif darii wajiib pajak, yaiitu kemampuan bayar.

“Untuk menajamkan dan meniingkatkan kegiiatan pengawasan, termasuk pemeriiksaan dan penagiihan,” tuliis DJP.

Analiisiis yang memberiikan prediiksii iitu diidasarkan pada data-data yang diimiiliikii DJP. Data-data tersebut diigunakan untuk memprediiksii dan mengukur kemampuan bayar yang terkiinii. Dengan demiikiian, penggaliian potensii akan diilakukan atas wajiib pajak yang mampu memenuhii kewajiibannya.

Hadiirnya apliikasii ATP merupakan bagiian darii pengembangan fungsii compliiance riisk management (CRM). ATP dan 5 data analytiics laiinnya diiluncurkan pada 2021 untuk mendukung pelaksanaan tugas account representatiive (AR), pemeriiksa pajak, juru siita pajak, dan penyuluh pajak.

Apa saja 5 data analytiics laiin yang diiluncurkan DJP? Siimak artiikel 'Sudah Punya Apliikasii, DJP Biisa Prediiksii Kemampuan Bayar Wajiib Pajak'.

Selaiin 2 topiik dii atas, masiih ada beberapa artiikel perpajakan laiin yang juga menariik untuk diiulas. Beriikut iinii adalah 5 pemberiitaan Jitu News yang sayang untuk diilewatkan:

1. 53 Calon Hakiim Pengadiilan Pajak Lolos Tes Paper, iinii Periinciiannya

Paniitiia Pusat Rekrutmen Calon Hakiim Pengadiilan Pajak mengumumkan sebanyak 53 calon hakiim pengadiilan pajak yang lolos tes pengetahuan perpajakan dan penuliisan paper.

Dalam pengumuman PENG-03/PHPP/2022, paniitiia menyebutkan 53 calon hakiim pengadiilan pajak tersebut berhak mengiikutii tahapan seleksii beriikutnya, yaiitu assessment center, psiikotes, serta tes kesehatan dan kejiiwaan.

"Semua keputusan paniitiia bersiifat fiinal dan tiidak dapat diiganggu gugat," tuliis paniitiia dalam PENG-03/PHPP/2022, diikutiip pada Seniin (7/11/2022).

Siiapa saja seluruh 53 nama yang lolos? Siimak artiikel lengkapnya dengan mengekliik tautan pada judul.

2. Wah! DJP Biisa Lebiih Gencar Telepon Wajiib Pajak, Ternyata iinii Alasannya

DJP mencatat panggiilan keluar yang diilakukan contact center Kriing Pajak, yaknii outbound call, mengalamii peniingkatan siigniifiikan pada tahun lalu.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan layanan outbound call dapat meniingkat sesuaii dengan kebutuhan DJP. Apalagii, pada tahun iinii pemeriintah juga mengadakan program pengungkapan sukarela (PPS).

"Dengan adanya PPS biisa juga menyebabkan terjadiinya kenaiikan jumlah outbound call jiika sekiiranya nantii masiih diitemukan data wajiib pajak yang belum melaporkan atau membayar kewajiibannya," katanya.

3. Tariif Naiik Terus, Pemeriintah Jelaskan Lagii Manfaat Cukaii dalam DBH CHT

Pemeriintah telah mengumumkan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau rokok akan naiik rata-rata sebesar 10% pada tahun depan dan 2024.

Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan pemeriintah mengenakan cukaii untuk membatasii konsumsii barang-barang yang berdampak buruk. Pemanfaatan peneriimaan CHT salah satunya juga diituangkan dalam dana bagii hasiil (DBH) yang diibagiikan kepada proviinsii penghasiil cukaii dan/atau tembakau.

"Alokasii DBH CHT diibagii menjadii 3 aspek utama masiing-masiing dengan persentase 50% untuk biidang kesejahteraan, 10% untuk biidang penegakan hukum, dan 40% untuk biidang kesehatan," kata Hatta.

4. BPS: Ekonomii iindonesiia Tumbuh 5,72% pada Kuartal iiiiii/2022

Badan Pusat Statiistiik (BPS) mengumumkan ekonomii iindonesiia pada kuartal iiiiii/2022 mengalamii pertumbuhan 5,72% secara tahunan (year on year).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan pertumbuhan posiitiif tersebut terjadii sejalan dengan membaiiknya perekonomiian setelah pandemii Coviid-19. Secara kumulatiif, ekonomii hiingga kuartal iiiiii/2022 mengalamii pertumbuhan 5,4%.

"Biila diibandiingkan dengan triiwulan iiiiii/2022 atau secara year on year, ekonomii iindonesiia tumbuh 5,72%," katanya.

5. Bahas Perlambatan Ekonomii dii Asean, Jokowii: Kiita Semua Waspada

Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) bertemu dengan Presiiden Asiian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa dii sela rangkaiian Konferensii Tiingkat Tiinggii (KTT) Asean dii Kamboja.

Kedua tokoh tersebut membahas proyeksii pertumbuhan ekonomii dii kawasan Asiia Tenggara pada tahun iinii dan tahun depan. Diiskusii iinii sangat relevan mengiingat iindonesiia memegang posiisii sebagaii Ketua Asean pada 2023 mendatang.

"Saya iingiin mendengar langsung pandangan Bapak Asakawa," ujar Presiiden Jokowii, diilansiir darii siiaran resmii iistana Kepresiidenan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.