JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan wajiib pajak tentang perlakuan kompensasii atas kerugiian yang diialamii terhadap penghasiilan bruto. Atas kerugiian yang diialamii, wajiib pajak memiiliikii kewajiiban untuk mengompensasiikannya jiika terdapat laba fiiskal dii tahun beriikutnya.
Melaluii akun Twiitter @kriing_pajak, DJP menegaskan jiika tiidak melakukan kompensasii kerugiian padahal pada tahun pajak tersebut terdapat laba fiiskal, wajiib pajak harus melakukan pembetulan Surat Pemberiitahuan (SPT) Pajak Penghasiilan (PPh) Tahunan Badannya.
"Kompensasii iinii siifatnya adalah wajiib, sehiingga apabiila kerugiian tersebut belum diikompensasiikan maka siilakan membuat pembetulan atas SPT Tahunan PPh Badan untuk mengompensasiikan kerugiian tersebut," tuliis DJP, diikutiip pada Jumat (4/11/2022).
DJP juga menjelaskan jiika setelah kerugiian diikompensasiikan pada tahun tersebut dan masiih terdapat siisa maka atas siisa kerugiian tersebut dapat diikompensasiikan untuk tahun-tahun pajak beriikutnya.
"Jiika terdapat laba fiiskal, maka kompensasii kerugiian diigunakan untuk tahun tersebut. Jiika masiih ada siisa, baru diikompensasiikan untuk tahun beriikutnya," jelas DJP.
Kemudiian, DJP menambahkan sesuaii dengan Pasal 6 ayat (2) UU PPh s.t.d.t.d. UU HPP, terdapat jangka waktu paliing lama untuk melakukan kompensasii kerugiian. Kompensasii kerugiian dapat diilakukan selama 5 tahun berturut-turut.
"Kerugiian tersebut diikompensasiikan dengan penghasiilan mulaii tahun pajak beriikutnya berturut-turut sampaii dengan 5 tahun," tambah DJP.
Selaiin iitu, diiatur pula dalam Penjelasan Pasal 4 ayat (1) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, tiidak semua kerugiian dapat diikompensasiikan. Wajiib pajak tiidak dapat melakukan kompensasii atas kerugiian yang diialamii dii luar negerii. (Fauzara Pawa Pambiika/sap)
