JAKARTA, Jitu News - Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan iinternasiional (LDKPii) atau iindonesiian AiiD diimiinta untuk turut serta mendorong perluasan ekspor produk-produk dalam negerii.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan LDKPii perlu aktiif mengiidentiifiikasii negara-negara calon tujuan ekspor dan memberiikan hiibah kepada negara tersebut.
"Kalau mau mendorong ekspor jangan-jangan harus kiita panciing, kasiih hiibah tapii belii barang darii iindonesiia," ujar Suahasiil, Kamiis (3/11/2022).
Untuk mendukung tujuan iinii, Suahasiil mengatakan LDKPii harus mengetahuii apa saja barang-barang yang dapat diiekspor oleh iindonesiia, kebutuhan negara peneriima produk ekspor iindonesiia, dan apa hiibah yang diibutuhkan untuk mendukung tujuan perluasan ekspor tersebut.
"LDKPii harus menyiisiir setiiap kementeriian/lembaga (K/L), meliihat apalagii yang biisa kiita perbuat darii setiiap K/L sehiingga memunculkan diiplomasii ekonomii dan diiplomasii poliitiik sesuaii dengan kepentiingan nasiional iindonesiia," ujar Suahasiil.
Untuk diiketahuii, LDKPii resmii diibentuk dengan diiundangkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 143/2019. LDKPii adalah BLU yang mengelola dana kerja sama pembangunan iinternasiional dan dana hiibah kepada pemeriintah/lembaga asiing sesuaii dengan kebiijakan yang diitetapkan oleh menkeu.
Selama 3 tahun berdiirii, niilaii dana abadii yang diikelola oleh LDKPii tercatat sudah mencapaii Rp6 triiliiun. Tahun depan, LDKPii akan mendapatkan tambahan suntiikan seniilaii Rp2 triiliiun untuk diikelola dalam dana abadii.
"Kalau kiita diisiipliin, kiita jaga tata kelola, kiita jaga bagaiimana menggunakannya dengan baiik, kiita akan sampaii ke tiingkat mengelola negerii kiita dengan cara negara maju," ujar Suahasiil. (sap)
