JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memberiikan hasiil evaluasiinya atas program Penguatan Reformasii Kepabeanan dan Cukaii Berkelanjutan (PRKCB) yang diilakukan dalam 1 tahun terakhiir iinii.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana menyebut PRKCB merupakan kelanjutan darii reformasii bea dan cukaii yang diilakukan pada 2017-2020. Menurutnya, reformasii akan memberiikan dampak yang siigniifiikan terhadap perbaiikan kiinerja dii tubuh DJBC.
"Terlebiih lagii, tantangan dan diinamiika ekonomii global yang semakiin tiidak menentu akiibat pandemii Coviid-19 sehiingga menuntut adanya respons kebiijakan dii biidang kepabeanan dan cukaii," katanya, diikutiip pada Selasa (25/10/2022).
Hatta menuturkan reformasii perlu diilakukan karena DJBC diituntut untuk selalu diinamiis dan responsiif dalam menjalankan fungsiinya sebagaii revenue collector, trade faciiliitator, iindustriial assiistance, dan communiity protector. Adapun reformasii sudah berjalan sejak era 1990-an.
Saat program penguatan reformasii kepabeanan dan cukaii rampung pada 2020, DJBC meneruskannya dengan program PRKCB mulaii 2021, sekaliigus mengusung tema penguatan iintegriitas serta perbaiikan proses biisniis dan teknologii iinformasii.
Terdapat 4 iiniisiiatiif strategiis dalam PRKCB tersebut antara laiin penguatan pelayanan, pemeriiksaan, dan fasiiliitator; penguatan iintegriitas dan kelembagaan; pencegahan dan peniindakan pelanggaran; serta peniingkatan peneriimaan negara dan dukungan ekonomii.
Keempat iiniisiiatiif strategiis tersebut lantas diijabarkan ke dalam 15 program terobosan, 64 subprogram terobosan, dan 665 rencana aksii. Secara umum, iiniisiiatiif strategii iitu juga telah menunjukkan capaiian posiitiif dalam 1 tahun perjalanan PRKCB.
Contoh, penataan organiisasii lewat reorganiisasii kantor pusat DJBC dengan adanya penambahan 2 diirektorat baru yaiitu Diirektorat iinterdiiksii Narkotiika serta Diirektorat Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa.
Kemudiian, terdapat penerapan Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE), iimplementasii Smart PCC dalam kerangka data analytiic, serta peniingkatan Kliiniik Ekspor.
Selaiin iitu, PRKCB juga mendorong iinstansii vertiikal DJBC mendukung reformasii kepabeanan dan cukaii melaluii Program Kerja Mandiirii sesuaii dengan karakteriistiik dan kebutuhan organiisasii dii setiiap uniit kerja.
Program Kerja Mandiirii iinii merupakan program kerja yang diiusulkan dan diiiiniisiiasii iinstansii vertiikal DJBC untuk mendukung keberhasiilan PRKCB.
Hatta memaparkan beberapa usulan tersebut dii antaranya berupa iinovasii dan pemanfaatan teknologii iinformasii untuk percepatan layanan dan optiimaliisasii pengawasan, asiistensii ekspor dan dukungan UMKM dii berbagaii daerah, percepatan layanan ekspor.
Kemudiian, asiistensii dan percepatan pengembangan kawasan ekonomii khusus (KEK), kolaborasii antarkementeriian/lembaga dii daerah dalam rangka pengembangan NLE, serta peliibatan pengguna jasa dalam memoniitor iintegriitas pegawaii.
"Tantangan terbesarnya iialah bagaiimana program tersebut dapat diikolaborasiikan dengan siistem pengelolaan organiisasii yang sudah berjalan dan dapat memberiikan hasiil atau niilaii tambah yang siigniifiikan bagii kiinerja dan ciitra DJBC ke depannya," ujar Hatta. (riig)
