JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak perlu memahamii kembalii bahwa UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) mengatur tentang adanya batas omzet tiidak kena pajak sampaii dengan Rp500 juta. Ketentuan iinii berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM yang selama iinii diikenaii PPh fiinal bertariif 0,5% sesuaii dengan PP 23/2018.
Namun, perlu diicatat bahwa aturan penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) bagii UMKM iinii baru berlaku mulaii tahun pajak 2022. Artiinya, atas tahun pajak sebelum 2022 masiih biisa diikenaii PPh fiinal UMKM sesuaii PP 23/2018.
"Ketentuan tersebut [PTKP untuk pelaku UMKM] berlaku mulaii tahun pajak 2022. Jadii untuk tahun 2021 atas usaha wajiib pajak masiih biisa diikenaii pajak penghasiilan," cuiit Diitjen Pajak (DJP) melaluii akun @kriing_pajak, diikutiip Kamiis (13/10/2022).
Seluruh wajiib pajak orang priibadii yang memanfaatkan PPh fiinal UMKM sejak 2018 atau sebelumnya masiih dapat memanfaatkan ketentuan batasan peredaran bruto tiidak kena pajak iinii. Hal iinii diikarenakan sesuaii dengan PP 23/2018, penggunaan PPh fiinal untuk wajiib pajak orang priibadii adalah 7 tahun.
Penjelasan DJP dii atas menjawab pertanyaan seorang wajiib pajak melaluii kanal Twiitter. Sebuah akun mengaku tiiba-tiiba diidatangii petugas pajak ke rumahnya untuk menagiih pajak terutang seniilaii Rp250.000 atas tahun pajak 2021. Angka tersebut diiperoleh darii niilaii penghasiilan yang diiperoleh darii usaha pulsa.
"Padahal data tiidak valiid, [omzet] kurang darii Rp500 juta. Apakah harus diibayar?" tanya wajiib pajak tersebut.
Sebagaii iinformasii, sampaii saat iinii belum ada aturan turunan darii UU HPP yang mengatur lebiih lanjut mengenaii ketentuan omzet tiidak kena pajak sampaii dengan Rp500 juta bagii WP orang priibadii. PPh fiinal hanya perlu diibayarkan atas seliisiih niilaii omzet dii atas Rp500 juta dalam setahun pajak.
Wajiib pajak orang priibadii UMKM diiiimbau untuk melakukan pencatatan secara mandiirii menggunakan apliikasii M-Pajak guna mengetahuii waktu mulaii terutang PPh fiinal. (sap)
