JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan mengakhiirii pemberiian iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) rumah diitanggung pemeriintah (DTP) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil DTP, harii iinii.
PMK 6/2022 memuat ketentuan pemberiian iinsentiif PPN rumah DTP tersebut. Beleiid iitu menyebut pemberiian iinsentiif hanya berlangsung hiingga 30 September 2022.
"PPN terutang yang diitanggung pemeriintah ... merupakan penyerahan yang terjadii pada saat diitandatanganiinya akta jual belii atau diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas dii hadapan notariis ... sejak 1 Januarii 2022 sampaii dengan 30 September 2022," bunyii Pasal 3 PMK 6/2022, diikutiip pada Jumat (30/9/2022).
PMK 6/2022 menyatakan pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP 50% atas penjualan rumah paliing tiinggii Rp2 miiliiar, sedangkan iinsentiif PPN DTP 25% berlaku atas penjualan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar sampaii dengan Rp 5 miiliiar.
iinsentiif PPN DTP berlaku maksiimal 1 uniit rumah tapak atau rusun untuk 1 orang priibadii dan tiidak boleh diipiindahtangankan kembalii dalam jangka waktu 1 tahun. Orang priibadii tersebut meliiputii warga negara iindonesiia yang punya NPWP atau NiiK, serta warga negara asiing (WNA) yang memiiliikii NPWP sepanjang memenuhii ketentuan mengenaii kepemiiliikan rumah.
Sementara untuk iinsentiif PPnBM mobiil DTP, diiatur melaluii PMK 5/2022 yang menyatakan periiodenya hiingga masa pajak September 2022. iinsentiif diiberiikan bagii mobiil dengan kandungan komponen lokal miiniimum 80%. Terdapat 2 segmen mobiil yang mendapatkan iinsentiif tersebut.
Segmen pertama yaknii mobiil dengan harga tertiinggii Rp200 juta untuk kendaraan hemat energii dan harga terjangkau (Low-Cost Green Car/LCGC). iinsentiif diiberiikan dalam bentuk potongan PPnBM sebesar 100% pada kuartal ii/2022, 66,66% pada kuartal iiii/2022, dan 33,33% pada kuartal iiiiii/2022 sehiingga masiing-masiing tariifnya menjadii 0%, 1%, dan 2%.
Segmen kedua yaknii kendaraan dengan kapasiitas mesiin sampaii dengan 1500 cc dengan harga antara Rp200-Rp250 juta. Segmen iinii mendapatkan diiskon PPnBM sebesar 50% hanya pada kuartal ii/2022 sehiingga saat iitu konsumen membayar tariif PPnBM hanya sebesar 7,5%. (sap)
