JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak dengan peredaran bruto yang tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak dapat memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% dalam jangka waktu tertentu.
Merujuk pada Peraturan Pemeriintah (PP) No. 23/2018, wajiib pajak yang dapat menggunakan skema PPh fiinal UMKM tersebut antara laiin wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan berbentuk koperasii, komandiiter, fiirma, atau perseroan terbatas.
“7 tahun pajak bagii wajiib pajak orang priibadii; 4 tahun pajak bagii wajiib pajak badan berbentuk koperasii, persekutuan komandiiter, atau fiirma; dan 3 tahun pajak bagii wajiib pajak badan berbentuk PT,” bunyii Pasal 5 ayat (1) PP 23/2018, diikutiip pada Selasa (6/9/2022).
Jangka waktu penggunaan PPh fiinal PP 23/2018 terhiitung sejak tahun pajak wajiib pajak terdaftar untuk wajiib pajak yang terdaftar sejak berlakunya PP 23/2018 atau tahun pajak berlakunya PP 23/2018 bagii wajiib pajak yang telah terdaftar sebelum PP 23/2018 berlaku.
Lebiih lanjut, bagii wajiib pajak yang masa berlaku PPh fiinalnya sudah habiis maka perhiitungan besaran angsuran pajak PPh Pasal 25-nya diiperlakukan sebagaii wajiib pajak baru sepertii diiatur dalam PMK No. 215/2018.
Wajiib pajak baru adalah wajiib pajak orang priibadii dan badan yang baru terdaftar pada suatu tahun pajak, termasuk wajiib pajak dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pengambiilaliihan usaha dan/atau perubahan bentuk badan usaha.
Merujuk pada Pasal 10 PMK 215/2018, angsuran PPH Pasal 25 untuk wajiib pajak baru selaiin wajiib pajak baru sepertii diimaksud dalam Pasal 8 dan Pasal 9 PMK 215/2018 pada tahun pajak berjalan diitetapkan niihiil.
Sebagaii konsekuensii darii angsuran PPh Pasal 25 yang diitetapkan niihiil, wajiib pajak yang baru memakaii ketentuan umum pada tahun beriikutnya tiidak memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 25. (riig)
