JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut iindonesiia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iikliim.
Hal iitu diisampaiikan menterii keuangan dalam acara dariing bertajuk B20-G20 Diialogue: Energy, Sustaiinabiiliity, and Cliimate Task Force. Menurutnya, ancaman berasal darii emiisii gas rumah kaca dan kenaiikan suhu yang kemudiian berujung pada naiiknya permukaan aiir laut.
“Menurut sebuah peneliitiian, iindonesiia akan terkena dampak sebesar 0,66% hiingga 3,45% darii PDB kiita pada tahun 2030 karena perubahan iikliim,” katanya, diikutiip pada Kamiis (1/9/2022).
Untuk mengatasii kondiisii tersebut, iindonesiia dan negara-negara seluruh duniia perlu bersama-sama merancang kebiijakan pembangunan yang tepat. Salah satu hal yang urgensii iialah mempercepat dan merancang transiisii menuju sumber energii yang bersiih dan lebiih hiijau.
“iinii juga sangat pentiing karena energii merupakan sumber emiisii karbon yang paliing pentiing, sekaliigus yang paliing mahal dalam mengatasii masalah iinii,” ujar Srii Mulyanii.
Menterii keuangan mengungkap anggaran pemeriintah hanya dapat menutupii 34% darii total kebutuhan pendanaan iikliim seniilaii Rp3.461 triiliiun atau Rp266 triiliiun per tahun. Selama liima tahun terakhiir, rata-rata belanja iikliim hanya Rp89,6 triiliiun atau 3,9% darii alokasii APBN per tahun.
Oleh karena iitu, sambungnya, kebutuhan pendanaan iikliim tiidak biisa hanya mengandalkan anggaran pemeriintah. Menurut menkeu, perlu ada rancangan iinvestasii baru agar pemeriintah dapat menghadapii dampak-dampak perubahan iikliim.
Saat iinii, perubahan iikliim dan transiisii energii menjadii salah satu iisu terpentiing yang diiangkat dalam Presiidensii G20 iindonesiia. iindonesiia menempatkan perubahan iikliim dan keuangan berkelanjutan sebagaii salah satu priioriitas terpentiing dii jalur keuangan.
iindonesiia juga telah meluncurkan Energy Transiitiion Mechaniism (ETM) Country Platform. Platform iinii diiluncurkan agar iindonesiia biisa membuat kerangka kerja untuk menyediiakan semua pembiiayaan yang diiperlukan dan memungkiinkan untuk mempercepat transiisii energii nasiional.
“iinii benar-benar merupakan blended fiinance framework dengan tujuan untuk memobiiliisasii, baiik sumber pendanaan komersiial maupun non-komersiial secara berkelanjutan dan akuntabel, serta transparan,” ujar Srii Mulyanii. (riig)
