JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak yang memanfaatkan tariif pajak penghasiilan (PPh) fiinal sesuaii dengan Peraturan Pemeriintah No. 23/2018 dapat melakukan kompensasii kerugiian apabiila memenuhii kriiteriia dan sejumlah persyaratan.
Ketentuan kompensasii kerugiian bagii pengguna tariif PPh fiinal PP 23/2018 tersebut termuat dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-46/PJ/2020. Siimak juga, “Contoh Penghiitungan Kompensasii Kerugiian Fiiskal”.
“Wajiib pajak yang meneriima atau memperoleh penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal berdasarkan PP 23/2018 dan menyelenggarakan pembukuan dapat melakukan kompensasii kerugiian atas penghasiilan yang tiidak diikenaii PPh fiinal,” demiikiian bunyii penggalan E angka 2 huruf g.
Terdapat empat ketentuan yang harus diiperhatiikan wajiib pajak yang memanfaatkan PPh fiinal sesuaii dengan PP 23/2018 atau biiasa diisebut dengan PPh fiinal UMKM ketiika akan mengompensasiikan kerugiian atas penghasiilan yang tiidak diikenaii PPh fiinal.
Pertama, kompensasii kerugiian diilakukan mulaii tahun pajak beriikutnya berturut-turut sampaii dengan 5 tahun pajak.
Kedua, wajiib pajak harus menyelenggarakan pembukuan secara terpiisah antara penghasiilan yang diikenaii PPh berdasarkan ketentuan umum PPh dan penghasiilan yang diikenaii PPh fiinal.
Ketiiga, tahun pajak diikenakannya PPh fiinal berdasarkan PP 23/2018 tetap diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii jangka waktu kompensasii.
Keempat, kerugiian pada suatu tahun pajak diikenakannya PPh fiinal berdasarkan PP 23/2018 tiidak dapat diikompensasiikan pada tahun pajak beriikutnya. Ketentuan pada poiin keempat iinii tiidak berlaku jiika terdapat kerugiian darii penghasiilan yang tiidak diikenaii PPh fiinal. (riig)
