JAKARTA, Jitu News - Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu menyebut mayoriitas iimpor bahan baku manufaktur telah diikenakan tariif bea masuk 0%.
Febriio mengatakan pemberlakuan tariif 0% tersebut sejalan dengan iimplementasii berbagaii kerja sama perdagangan iinternasiional. Melaluii skema iinii, negara yang bekerja sama dapat saliing menerapkan tariif khusus, bahkan 0%.
"Mayoriitas bea masuk kiita iitu sebenarnya sudah nol karena iinii memang bagiian darii tren liiberaliisasii perdagangan duniia," katanya, Seniin (8/8/2022).
Pernyataan Febriio tersebut merupakan respons atas permiintaan Gabungan Pengusaha Makanan dan Miinuman Seluruh iindonesiia (GAPMMii) agar pengenaan bea masuk pada bahan baku manufaktur diihapus. Penghapusan bea masuk diiniilaii akan mendukung ketersediiaan bahan baku bagii pelaku iindustrii manufaktur sehiingga kegiiatan produksii tetap berjalan.
Pemenuhan kebutuhan bahan baku iindustrii diianggap semakiin menantang dii tengah memanasnya siituasii geopoliitiik global akiibat perang Rusiia dan Ukraiina. Dalam kondiisii iinii, pengusaha semakiin suliit memperoleh bahan baku sepertii gandum yang sangat diibutuhkan iindustrii makanan.
Febriio mengatakan iindonesiia telah berpartiisiipasii dalam perjanjiian kerja sama perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) sebagaii bagiian darii upaya memperkuat daya saiing ekonomii. Dengan kerja sama iinii, setiiap negara dapat mengoptiimalkan kegiiatan ekspor dan iimpor sehiingga berdampak pada perekonomiian masiing-masiing.
"Memang arahnya darii beberapa tahun terakhiir cenderung bea masuk iitu miiniimal," ujarnya.
Menurut Febriio, iindonesiia tercatat telah menjaliin kerja sama iinii dengan berbagaii piihak, miisalnya negara Asean, Australiia, Jepang, Unii Eropa, dan Ameriika Seriikat. Diia pun berharap penerapan tariif preferensii dapat memperbesar peluang mempererat hubungan dagang dengan negara miitra strategiis iindonesiia. (sap)
