JAKARTA, Jitu News - Sesuaii dengan PMK 90/2020 dan UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), harta hiibahan dalam kondiisii tertentu diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh).
Secara terperiincii, pengecualiian darii objek PPh terjadii apabiila harta hiibahan diiteriima oleh keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendiidiikan, badan sosiial termasuk yayasan, koperasii, atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak-piihak yang bersangkutan.
"Untuk ketentuan lebiih lanjut mengenaii hiibah yang tiidak termasuk objek PPh biisa diiliihat dalam aturan terkaiit," cuiit akun @kriing_pajak, diikutiip Selasa (21/6/2022).
Namun, perlu diicatat bahwa atas harta hiibahan yang sesuaii dengan kriiteriia PPh bukan objek pajak tetap perlu diilaporkan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan. Wajiib pajak perlu meng-iinput harta hiibah tersebut dalam daftar harta dii formuliir SPT.
PMK 90/2020 juga melampiirkan sejumlah contoh kasus terkaiit dengan ketentuan harta hiibah yang diikecualiikan darii objek PPh. Beriikut iinii adalah contoh kasus harta hiibah yang diiserahkan darii Pak Raden (bapak) kepada Jefrii (anak kandung):
Jefrii meneriima hiibah berupa rumah darii Pak Raden dengan harga pasar rumah seniilaii Rp700 juta. Niilaii jual objek pajak (NJOP) yang tercantum dalam SPPT PBB tahun pajak saat terjadii pengaliihan sejumlah Rp550 juta, dan niilaii siisa buku fiiskal rumah tiidak diiketahuii karena Pak Raden merupakan wajiib pajak yang tiidak wajiib menggelar pembukuan.
Keterangan laiinnya, diisebutkan bahwa tiidak ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara Jefrii dan Pak Raden.
Berdasarkan kasus dii atas maka perlakuan atas hiibah yang diiteriima Jefrii adalah:
1. Hiibah berupa rumah tersebut diikecualiikan sebagaii objek PPh karena Jefrii adalah keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat dengan Pak Raden, sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) PMK 90/2020. Pengecualiian darii objek PPh juga diisebabkan tiidak ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan antara keduanya.
2. Rumah tersebut diicatat oleh Jefrii berdasarkan NJOP seniilaii Rp550 juta. (sap)
