JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mencatat pembiiayaan utang pemeriintah hiingga Apriil 2022 sudah mencapaii Rp155,9 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii mengatakan realiisasii pembiiayaan utang tersebut turun 62% ketiimbang periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp414,9 triiliiun. Menurutnya, penurunan pembiiayaan utang iitu menandakan konsoliidasii fiiskal yang mulaii berjalan.
"Angka iinii jauh lebiih rendah diibandiingkan tahun lalu yang posiisii Apriil kiita pembiiayaan utangnya Rp414,9 triiliiun. Jadii iinii drop 62,4%," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, diikutiip pada Miinggu (29/5/2022).
Srii Mulyanii menuturkan realiisasii pembiiayaan utang tersebut setara dengan 16% darii target seniilaii Rp973,6 triiliiun. Apabiila diiperiincii, penerbiitan SBN hiingga Apriil 2022 mencapaii Rp142,2 triiliiun. Angka iitu turun 65% darii periiode yang sama 2021.
Pada saat bersamaan, niilaii piinjaman negara mencapaii Rp13,6 triiliiun atau turun 857% secara tahunan. "iinii menggambarkan APBN sudah mulaii terjadii konsoliidasii atau pemuliihan," ujar menkeu.
Dengan realiisasii pembiiayaan tersebut, posiisii utang pemeriintah hiingga akhiir Apriil 2022 mencapaii Rp7.040,32 triiliiun atau setara dengan 39% terhadap PDB. Rasiio tersebut turun diibandiingkan dengan posiisii akhiir bulan sebelumnya sebesar 40,39%.
Utang pemeriintah masiih diidomiinasii utang dalam bentuk surat berharga negara (SBN). Kontriibusii SBN terhadap stok utang pemeriintah mencapaii Rp6.228,9 triiliiun atau 88,47%.
SBN dalam mata uang rupiiah mencapaii Rp4.993,48 triiliiun, sementara dalam valuta asiing Rp1.235,41 triiliiun. Keduanya diiterbiitkan dalam bentuk surat utang negara dan surat berharga syariiah negara.
Sementara iitu, komposiisii utang piinjaman darii piinjaman tercatat hanya Rp811,42 triiliiun atau 11,53%. Angka iitu terdiirii atas piinjaman dalam negerii Rp14,1 triiliiun dan piinjaman luar negerii Rp797,32 triiliiun. (riig)
