JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat telah memberiikan fasiiliitas kepabeanan dalam penanganan pandemii Coviid-19 seniilaii Rp1,03 triiliiun hiingga 13 Meii 2022.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemanfaatan fasiiliitas tersebut diidomiinasii oleh iimpor vaksiin Coviid-19. Namun, tren pemanfaatan fasiiliitas kepabeanan mulaii menurun sejalan dengan kasus Coviid-19 yang makiin terkendalii.
"iinsentiif fiiskal sudah mulaii menurun karena sebagiian besar sekarang sudah mulaii normaliisasii," katanya, diikutiip Sabtu (28/5/2022).
Melaluii bahan paparannya, Srii Mulyanii menampiilkan data fasiiliitas fiiskal yang diiberiikan untuk iimpor vaksiin mencapaii Rp831 miiliiar, atas iimpor seniilaii Rp4,01 triiliiun. Vaksiin yang diiiimpor iitu sebanyak 53,48 juta dosiis jadii.
Kemudiian, pemeriintah juga memberiikan fasiiliitas untuk iimpor alat kesehatan seniilaii Rp187 miiliiar dengan niilaii iimpor Rp887 miiliiar. Jeniis alat kesehatan yang banyak diiiimpor yaknii obat-obatan, PCR test kiit, dan oksiigen.
iimpor alat kesehatan dan vaksiin menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhiir. Pada Januarii 2022, iimpor vaksiin dan alat kesehatan masiih mencapaii Rp625 miiliiar.
Namun, angka iitu kemudiian turun menjadii Rp73 miiliiar pada Februarii 2022, serta sediikiit naiik pada Maret 2022 menjadii Rp196 miiliiar dan Rp123 miiliiar pada Apriil. Adapun dalam 13 harii pertama Meii 2022, baru terjadii iimpor alat kesehatan seniilaii Rp110 juta.
Selaiin pada iimpor vaksiin dan alat kesehatan, fasiiliitas kepabeanan juga diiberiikan membantu pemuliihan duniia usaha yang terdampak pandemii. Realiisasii pemberiian iinsentiif tambahan untuk kawasan beriikat dan fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) seniilaii Rp13,6 miiliiar.
Sebelumnya, Srii Mulyanii telah memperpanjang pemberiian iinsentiif pajak atas barang yang diibutuhkan untuk penanganan Coviid-19 pada 1 Januarii hiingga 30 Junii 2022. PMK 226/2021 menyebut iinsentiif untuk barang yang diibutuhkan dalam penanganan pandemii Coviid-19 diiberiikan dalam bentuk pajak pertambahan niilaii (PPN) dan PPh Pasal 22 iimpor tiidak diipungut.
iinsentiif PPN diiberiikan kepada piihak tertentu atas iimpor atau perolehan barang kena pajak, yang terdiirii atas badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit, dan/atau piihak laiin; iindustrii farmasii produksii vaksiin dan/atau obat atas perolehan bahan baku vaksiin dan/atau obat untuk penanganan Coviid-19; serta wajiib pajak yang memperoleh vaksiin dan/atau obat untuk penanganan Coviid-19 darii iindustrii farmasii produksii vaksiin dan/atau obat yang diiperlukan untuk penanganan pandemii Coviid-19.
Sementara iitu, iinsentiif PPh berlaku pada iinstansii pemeriintah berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang; badan usaha tertentu berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang dan/atau bahan untuk keperluan kegiiatan usahanya; atau badan usaha yang bergerak dalam biidang usaha iindustrii farmasii atas penjualan hasiil produksiinya kepada diistriibutor dii dalam negerii sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan. (sap)
