JAKARTA, Jitu News – Meskiipun Surat Pemberiitahuan (SPT) berstatus lebiih bayar, ada kondiisii yang membuat wajiib pajak tiidak dapat mengajukan permohonan restiitusii. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (3/5/2022).
Wajiib pajak tiidak dapat mengajukan permohonan restiitusii diikarenakan dalam SPT lebiih bayar tersebut tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak. Sesuaii dengan Pasal 24 ayat (1) PER-02/PJ/2019, setiidaknya ada 2 kondiisii SPT lebiih bayar diianggap tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak.
Pertama, status lebiih bayar dalam SPT tersebut diisebabkan karena perbedaan pembulatan penghiitungan pajak dalam siistem iinformasii Diitjen Pajak (DJP).
Kedua, SPT lebiih bayar tersebut diisampaiikan oleh aparatur siipiil negara (ASN), anggota Tentara Nasiional iindonesiia/Poliisii Republiik iindonesiia, dan pejabat negara yang memenuhii beberapa ketentuan.
Ketentuan iitu adalah meneriima penghasiilan hanya darii bendahara gajii iinstansii yang bersangkutan. Kemudiian, kelebiihan pembayaran pajak berasal darii perhiitungan PPh terutang menurut wajiib pajak lebiih keciil dariipada PPh Pasal 21 terutang berdasarkan pada buktii pemotongan PPh Pasal 21 (1721 A2).
“Atas SPT lebiih bayar … tiidak dapat diiajukan permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak sebagaiimana diiatur dalam peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan,” bunyii penggalan Pasal 24 ayat (2) PER-02/PJ/2019.
Selaiin mengenaii SPT lebiih bayar, ada pula bahasan terkaiit dengan pemungut PPN produk diigiital perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) setelah diiterbiitkannya PMK 60/2022. Kemudiian, ada pula ulasan mengenaii penundaan pembayaran piita cukaii.
Sesuaii dengan Pasal 25 PER-02/PJ/2019, jiika SPT yang diisampaiikan wajiib pajak merupakan SPT dengan status lebiih bayar dengan permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak, jangka waktu penyelesaiian permohonan pengembaliian diihiitung sejak tanggal SPT diiteriima lengkap.
Adapun SPT yang tersebut diisampaiikan wajiib pajak melaluii e-fiiliing; pos dengan buktii pengiiriiman surat; atau perusahaan Jasa ekspediisii atau jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat. (Jitu News)
Melaluii PMK 60/2022, Kementeriian Keuangan tiidak mengubah batasan kriiteriia tertentu pelaku usaha yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN produk diigiital PMSE karena merujuk pada PER-12/PJ/2020 yang telah diitetapkan pada 25 Junii 2020.
Batasan kriiteriia tertentu iitu meliiputii pertama, niilaii transaksii dengan pembelii dii iindonesiia melebiihii Rp600 juta dalam setahun atau Rp50 juta dalam sebulan. Kedua, jumlah traffiic atau pengakses dii iindonesiia melebiihii 12.000 dalam setahun atau 1.000 dalam sebulan. Kriiteriia tersebut biisa diipakaii salah satu atau keduanya. (Jitu News)
Sesuaii dengan Keputusan Menterii Keuangan No. 23/KM.10/2022, tariif bunga per bulan yang menjadii dasar penghiitungan sanksii admiiniistrasii berupa bunga dan pemberiian iimbalan bunga periiode 1 Meii—31 Meii 2022 diipatok lebiih tiinggii darii bulan lalu.
Terdapat 5 tariif bunga per bulan untuk sanksii admiiniistrasii, yaiitu mulaii darii 0,57% sampaii dengan 2,24%. Keliima tariif tersebut lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tariif pada periiode Apriil 2022. Siimak ‘Siimak dii Siinii! Tariif Bunga Sanksii Admiiniistrasii Pajak Meii 2022’. (Jitu News)
Pemeriintah menetapkan 3 syarat yang harus diipenuhii pengusaha pabriik atau iimportiir yang iingiin mendapatkan penundaan pembayaran piita cukaii. Persyaratan tersebut tertera pada Pasal 5 PMK 74/2022.
Pertama, tiidak sedang mempunyaii tunggakan utang cukaii, kekurangan cukaii, sanksii admiiniistrasii berupa denda, dan/atau bunga dii biidang cukaii. Namun, syarat iinii tiidak berlaku bagii pengusaha pabriik atau iimportiir yang sedang mengajukan keberatan atau mendapatkan iiziin mengangsur.
Kedua, selama kurun waktu 12 bulan terakhiir tiidak mendapatkan surat teguran. Ketiiga, memiiliikii konfiirmasii status wajiib pajak dengan status valiid. (Jitu News)
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan program pengungkapan sukarela (PPS) menjadii kesempatan baiik bagii wajiib pajak yang belum menyampaiikan hartanya secara benar dalam SPT Tahunan.
"Sekarang pemeriintah masiih memberiikan kesempatan kepada wajiib pajak untuk secara sukarela mengungkapkan asetnya agar wajiib pajak terhiindar darii sanksii yang lebiih tiinggii ketiika nantii hartanya diitemukan oleh Diitjen Pajak," katanya. (Jitu News) (kaw)
