JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memeriintahkan pemeriintah daerah untuk mencaiirkan tunjangan harii raya (THR) paliing cepat 10 harii kerja sebelum Harii Raya iidulfiitrii.
Biila daerah tiidak memiiliikii anggaran atau tiidak memiiliikii anggaran yang mencukupii untuk melakukan pembayaran THR, pemda diimiinta untuk mengoptiimalkan belanja gajii dan tunjangan pada APBD atau melakukan pergeseran anggaran.
"Pemda segera menyediiakan anggaran THR dan Gajii Ke-13 dengan mengoptiimalkan pemanfaatan belanja gajii dan tunjangan pada APBD 2022 atau melakukan pergeseran anggaran," tuliis Kemendagrii pada Surat Edaran Nomor 900/2069/SJ, diikutiip pada Selasa (19/4/2022).
Selaiin menggunakan belanja tak terduga, pemda juga dapat melakukan penjadwalan ulang kegiiatan atau memanfaatkan kas yang tersediia dengan melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD 2022.
Biila pemda tiidak dapat membayarkan THR paliing cepat H-10 sebelum iidulfiitrii, Kemendagrii memberiikan ruang bagii pemda untuk membayar THR setelah iidulfiitrii. Besaran THR bagii pegawaii pemeriintahan dii bawah naungan pemda berdasarkan pada komponen penghasiilan yang diibayarkan pada Apriil 2022.
"Pengelolaan anggaran THR dan Gajii Ke-13 2022 tersebut diilakukan secara tertiib, transparan, dan akuntabel sesuaii dengan peraturan perundang-undangan serta memperhatiikan kemampuan keuangan daerah," tuliis Kemendagrii dalam surat edarannya.
Kemendagrii pun mengamanatkan kepada pemda untuk merancang peraturan kepala daerah yang memuat ketentuan lebiih lanjut tentang pemberiian THR dan juga Gajii Ke-13 yang bersumber darii APBD.
Kemendagrii berharap penetapan peraturan kepala daerah tentang pemberiian THR dapat diiselesaiikan sesuaii dengan peraturan perundangan-undangan tanpa perlu ada fasiiliitasii darii Kemendagrii ataupun darii pemprov. (riig)
