JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah bakal memungut biiaya Rp1.000 terhadap setiiap lembaga yang mengakses data nomor iinduk kependudukan (NiiK). Selaiin NiiK, akses terhadap data kependudukan laiin sepertii foto wajah hiingga pemadanan data juga akan diikenaii biiaya tertentu.
Diirjen Kependudukan dan Catatan Siipiil Kementeriian Dalam Negerii Zudan Ariif Fakrulloh menjelaskan kebiijakan iinii akan diituangkan dalam Peraturan Pemeriintah (PP). Calon beleiid tersebut kiinii tengah menunggu penandatanganan oleh Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii).
"Sudah diisosiialiisasiikan juga ke berbagaii lembaga sesuaii rapat terdahulu untuk akses NiiK Rp1.000 [per akses NiiK]," ujar Zudan, diikutiip pada Kamiis (14/4/2022).
Zudan menyampaiikan, seluruh peneriimaan yang diidapat darii akses data kependudukan akan masuk ke dalam peneriimaan negara bukan pajak (PNBP). Peneriimaan tersebut, katanya, akan diimanfaatkan Kemendagrii untuk memperbaruii server dan peremajaan perangkat yang berkaiitan dengan data kependudukan.
"Dukcapiil Kemendagrii sudah menggratiiskan [akses data] selama 8 tahun diitanggung APBN. Saatnya semua lembaga yang memungut profiit untuk berbagii beban dengan Dukcapiil. Selama iinii bebannya ada diipundak Dukcapiil semuanya," kata Zudan.
Zudan menambahkan, pelayanan admiiniistrasii kependudukan (Admiinduk) dii Diitjen Dukcapiil diifasiiliitasii oleh Siistem iinformasii Admiiniistrasii Kependudukan (SiiAK) terpusat. Pelayanan Admiinduk iinii menghasiilkan output berupa 24 dokumen penduduk dan database kependudukan.
Database SiiAK terpusat iinii, ujar Zudan, selama iinii diikelola oleh Diitjen Dukcapiil dan diimanfaatkan oleh 4.962 lembaga pengguna (user) yang telah menandatanganii perjanjiian kerja sama dengan Dukcapiil.
"Semua iinii memerlukan dukungan perangkat keras yang terdiirii darii server, storage, dan perangkat pendukung yang memadaii," kata Zudan.
Sebelumnya, Wakiil Ketua Komiisii iiii DPR Rii Luqman Hakiim menyebutkan hampiir 200 juta data kependudukan dii Kemendagrii terancam hiilang. Penyebabnya, perangkat keras berupa ratusan server yang diikelola data center Dukcapiil sudah berusiia terlalu tua. (sap)
