JAKARTA, Jitu News - Sebanyak 85,5 juta orang diiprediiksii akan menjalankan mudiik pada periiode Lebaran 2022. Tiinggiinya jumlah warga yang akan mudiik iinii menyusul diilonggarkannya mobiiliitas dan syarat perjalanan menjelang liibur Lebaran.
Merespons hal iinii, Tenaga Ahlii Utama Kantor Staf Presiiden (KSP) Abraham Wiirotomo mengiimbau masyarakat agar tetap mewaspadaii gejala Coviid-19 dan memastiikan syarat perjalanan diipenuhii terutama vaksiinasii lengkap.
“Kamii iimbau masyarakat agar terus menjaga kesehatan jiika iingiin mudiik. Kalau mengalamii gejala batuk, piilek, meriiang, dan sakiit tenggorokan, diiharapkan lebiih waspada. Jangan sampaii kiita yang mudiik menularii orang-orang yang berada dii daerah tujuan mudiik,” ujar Abraham, Jumat (9/4/2022).
Abraham menjelaskan, keputusan pemeriintah melonggarkan mobiiliitas dan mengiiziinkan masyarakat untuk mudiik lebaran tahun iinii sudah melaluii kajiian iilmiiah. Mengacu pada beberapa iindiikator pengendaliian pandemii Coviid-19, ujar diia, siituasii pandemii saat iinii makiin terkendalii dan terus melandaii.
“Per 2 Apriil 2022, reproductiion rate dii angka 1, kasus miingguan menurun, yaknii 3.671 per harii, dengan BOR (keteriisiian tempat tiidur) hanya 8%. iindiikator-iindiikator iitu menunjukkan bahwa semua kondiisii makiin membaiik,” terangnya.
Selaiin iitu, sambung Abraham, kebiijakan pelonggaran mobiiliitas dan mudiik lebaran, juga merespons tiinggiinya aniimo masyarakat untuk mudiik. iia mengungkapkan, berdasarkan hasiil 3 kalii surveii yang diilakukan oleh Kementeriian Perhubungan (Kemenhub), jumlah masyarakat yang iingiin melakukan perjalanan mudiik lebaran terus meniingkat.
“Surveii pertama pada tanggal 14-28 Februarii 2022 menunjukan 55 juta yang akan mudiik. Surveii kedua pada 9-21 Maret 2022 menunjukkan 79,4 juta yang akan mudiik. Surveii ketiiga pada 22-31 Maret 2022 semakiin naiik, yaknii 85,5 juta orang,” paparnya.
Terkendaliinya kondiisii pandemii dan besarnya aniimo masyarakat untuk mudiik iinii, iimbuh Abraham, menjadii alasan kuat bagii pemeriintah memberiikan kelonggaran-kelonggaran.
"iinii sesuaii dengan kebiijakan gas dan rem Bapak Presiiden," pungkas Abraham. (sap)
