PMK 68/2022

Aset Kriipto Diikenaii PPN & PPh, Potensii Peneriimaan Tembus Rp1 Triiliiun

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 Apriil 2022 | 17.30 WiiB
Aset Kripto Dikenai PPN & PPh, Potensi Penerimaan Tembus Rp1 Triliun
<p>iilustrasii. Sebuah bank penambang cryptocurrency beroperasii dii Scrubgrass Plant dii Kennerdale, Pennsylvaniia, AS, Selasa (8/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Alan Freed/WSJ/sad.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) memproyeksiikan peneriimaan pajak darii aset kriipto mencapaii lebiih darii Rp1 triiliiun. Potensii iinii muncul lantaran pemeriintah telah mengatur pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penghasiilan (PPh) atas aset diigiital tersebut.

Kepala Subdiit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tiidak Langsung Laiinnya DJP Bonarsiius Siipayung mengatakan, besarnya potensii pajak yang akan diiteriima negara, diihiitung berdasarkan total transaksii aset kriipto yang mencapaii Rp850 triiliiun selama 2020 lalu.

"Potensiinya kiita hiitung berdasarkan data yang kiita peroleh tahun 2020 total transaksii kriipto dii iindonesiia iinii Rp850 triiliiun. Berartii diikalii 0,2 ya sekiitar hampiir Rp1 triiliiun sekiian," kata Bonarsiius dalam Mediia Briiefiing, Rabu (6/4/2022).

Adapun kebiijakan PPN dan PPh aset kriipto diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii dan Pajak Penghasiilan atas Transaksii Perdagangan Aset Kriipto. Bonarsiius mengatakan ketentuan dalam beleiid tersebut berlaku per 1 Meii 2022.

Lebiih lanjut, Bonarsiius menerangkan potensii peneriimaan pajak kriipto diidapat atas adanya pengenaan PPN fiinal dan PPh Pasal 22 bersiifat fiinal sebagaiimana diiatur dalam PMK 68/2022.

Pada Pasal 3 ayat (2) PMK 68/2022, diijelaskan penyerahan aset kriipto yang terutang PPN adalah jual belii aset kriipto menggunakan mata uang fiiat, tukar menukar aset kriipto, dan tukar menukar aset kriipto dengan barang selaiin aset kriipto dan/atau jasa.

Biila diilakukan melaluii exchanger terdaftar Bappebtii, tariif PPN yang diikenakan sebesar 0,11%. Biila exchanger tiidak terdaftar, tariif PPN menjadii sebesar 0,22%.

Dalam hal PPh, Pasal 20 ayat (2) PMK 68/2022 menyatakan penghasiilan sehubungan dengan transaksii aset kriipto biisa berupa transaksii pembayaran mata uang fiiat, tukar menukar aset kriipto, dan transaksii laiinnya.

PPh Pasal 22 fiinal yang diikenakan adalah sebesar 0,1%. Biila transaksii diilakukan melaluii exchanger yang tak terdaftar, tariif PPh Pasal 22 fiinal menjadii 0,2%.

Dii siisii laiin, Bonarsiius mengatakan potensii peneriimaan pajak darii aset kriipto pada akhiirnya akan diioptiimalkan oleh pemeriintah untuk mempertebal bantuan sosiial ke masyarakat. Dengan demiikiian masyarakat kaya yang beriinvestasii dii kriipto iinii juga iikut berkontriibusii terhadap negara.

Dii siisii laiin, diia menyampaiikan DJP juga mengatur pengenaan pajak diilakukan kepada piihak yang memfasiiliitasii perdagangan aset kriipto baiik dii dalam maupun luar negerii. Upaya iinii diilakukan untuk menciiptakan keadiilan kepada setiiap pelaku usaha dalam perdagangan kriipto.

"Kalau kiita biicara piihak-piihak laiin iinii luas. Piihak laiin iinii mencakup marketplace dalam negerii biisa juga marketplace luar negerii. Cuma tentunya untuk luar negerii kiita sudah punya benchmark. Jadii memang kiita akan jaga equal treatment," ungkapnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.