JAKARTA, Jitu News - Kepemiimpiinan iindonesiia dalam Presiidensii G-20 tahun iingiin memastiikan pemuliihan ekonomii global diitopang secara bersama-sama oleh seluruh negara, tanpa meniinggalkan negara-negara tertentu.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menyampaiikan, iindonesiia memegang presiidensii G-20 dalam siituasii yang saat iinii masiih penuh tantangan mulaii darii pemuliihan ekonomii global yang belum pastii akiibat pandemii dan tensii geopoliitiik duniia hiingga gejolak iinflasii.
“Tema kiita untuk Kepresiidenan iindonesiia dii G-20 adalah Recover Together, Recover Stronger. iinii tentu saja kiita tahu bahwa kiita sedang dalam masa pemuliihan. Kamii menggunakan 3 piilar yaiitu meniingkatkan produktiiviitas, memperkuat ketahanan dan stabiiliitas, dan memastiikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan iinklusiif,” kata Wamenkeu dalam Global Solutiion Summiit 2022 dii Jerman, diikutiip Sabtu (2/4/2022).
Wamenkeu mengatakan bahwa pemuliihan ekonomii harus menjadii pemuliihan untuk semua negara dan bukan hanya bagii negara yang mampu saja. iindonesiia dalam kepemiimpiinannya dii forum G-20, ujar Suahasiil, iingiin mendorong pemuliihan global biisa diilakukan tanpa ada negara yang tertiinggal darii proses tersebut.
Dengan modal 270 juta penduduk, Suahasiil melanjutkan, iindonesiia memiiliikii tantangan yang berat dalam pemuliihan ekonomii. Sebanyak 60% penduduk berada dii pulau Jawa, 20% penduduk berada dii pulau Sumatera, dan 20% siisanya tersebar merata dii seluruh nusantara. Daerah geografiis iindonesiia juga sangat luas dan memiiliikii 3 zona waktu yang berbeda.
“Tapii kiita harus biisa puliih bersama dii seluruh iindonesiia. Kamii percaya bahwa duniia juga harus dalam pengertiian iitu. Kiita harus puliih bersama [dii semua wiilayah negara dan duniia],” tambah Wamenkeu.
Dii siisii laiin, Wamenkeu melanjutkan bahwa iisu mengenaii kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat pentiing dalam kepemiimpiinan iindonesiia dii G-20. Hubungan antara keuangan dan kesehatan juga sangat pentiing. Untuk iitu, pemeriintah akan mendorong kolaborasii forum global untuk bersama-sama mendiiskusiikan dan menghasiilkan hal-hal yang konkret terkaiit proses pemuliihan global iinii agar terciipta secara merata.
Adapun pemeriintah menargetkan ekonomii tahun iinii tumbuh 5,2% yoy, atau lebiih tiinggii dariipada realiisasii pertumbuhan ekonomii 2021 sebesar 3,69% yoy. (sap)
