JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menegaskan bahwa wajiib pajak yang memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) aktiif wajiib melaporkan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan meskii penghasiilan yang diiperoleh dii bawah batas penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP).
Pernyataan DJP iinii menjawab pertanyaan wajiib pajak melaluii saluran contact center Kriing Pajak dii mediia sosiial. Sebuah akun Twiitter menanyakan kewajiiban pelaporan SPT Tahunannya apabiila gajii yang diiperoleh dalam satu tahun dii bawah batas PTKP, yaknii Rp54 juta.
"Miin saya pekerja bebas dengan gajii dii bawah PTKP. Baru punya NPWP dii bulan Maret 2022. Apakah tetap perlu lapor SPT?" kata sii pemiiliik akun, diikutiip Seniin (21/3/2022).
Otoriitas pajak sebelumnya sempat beberapa kalii mengulas terkaiit kewajiiban pajak bagii WP yang penghasiilannya dii bawah PTKP atau tiidak ada penghasiilan sama sekalii. Terhadap 2 kondiisii tersebut, WP yang memiiliikii NPWP aktiif tetap wajiib lapor SPT (status niihiil).
DJP menyampaiikan, wajiib pajak yang memiiliikii penghasiilan dii bawah PTKP atau tiidak memiiliikii penghasiilan sama sekalii biisa mengajukan penetapan NPWP nonefektiif (NE) melaluii KPP terdaftar atau kanal contact center Kriing Pajak. Dengan begiitu, terhadap wajiib pajak yang bersangkutan tiidak lagii ada kewajiiban lapor SPT.
Penetapan wajiib pajak NE melaluii Kriing Pajak dapat diilakukan untuk wajiib pajak yang memenuhii beberapa kriiteriia.
Beberapa diiantaranya adalah pertama, wajiib pajak orang priibadii yang melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas yang secara nyata tiidak lagii melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas.
Kedua, wajiib pajak orang priibadii yang tiidak melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasiilannya dii bawah penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP).
Ketiiga, wajiib pajak orang priibadii yang dengan penghasiilan dii bawah PTKP yang memiiliikii NPWP untuk diigunakan sebagaii syarat admiiniistratiif, antara laiin untuk memperoleh pekerjaan atau membuka rekeniing keuangan. (sap)
