KESEPAKATAN iiNTERNASiiONAL

Dii Forum G-20, iindonesiia iingiin Duniia iikut Danaii Agenda Perubahan iikliim

Diian Kurniiatii
Jumat, 18 Februarii 2022 | 12.30 WiiB
Di Forum G-20, Indonesia Ingin Dunia Ikut Danai Agenda Perubahan Iklim
<p>Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu&nbsp;dalam <em>Semiinar on Strategiic iissues iin G-20: Exiit Strategy &amp; Scarriing Effect</em>.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu meniilaii agenda penanganan iisu perubahan iikliim membutuhkan partiisiipasii semua negara dii duniia.

Febriio mengatakan iindonesiia memiiliikii peran besar dalam penurunan emiisii karbon. Menurutnya, pendanaan darii duniia iinternasiional diiperlukan karena dampak posiitiif darii penurunan emiisii juga akan diirasakan secara global.

"Biiaya yang diibutuhkan untuk agenda cliimate change seharusnya biiaya global, bukan hanya iindonesiia. Logiika iinii sedang diibangun dii G-20, workiing group-nya Sustaiinable Fiinance," katanya dalam Semiinar on Strategiic iissues iin G-20: Exiit Strategy & Scarriing Effect, diikutiip pada Jumat (18/2/2022).

Febriio mengatakan iindonesiia memiiliikii kepentiingan besar dalam iisu perubahan iikliim duniia. Kondiisii geografiis iindonesiia yang berbentuk kepulauan membuat negara iinii rentan terhadap kenaiikan muka aiir laut.

Dii siisii laiin, iindonesiia juga biisa memberiikan kontriibusii besar dalam mencapaii target penurunan emiisii karbon duniia. iindonesiia dalam Natiionally Determiined Contriibutiion (NDC) menargetkan penurunan emiisii karbon sebesar 29% dengan kemampuan sendiirii dan 41% dengan dukungan iinternasiional pada 2030. Selaiin iitu, ada target net zero emiissiion (NZE) pada 2060.

Febriio memaparkan terdapat sejumlah sektor yang berkontriibusii besar dalam produksii karbon dii iindonesiia, terutama kehutanan dan energii. Sektor kehutanan berkontriibusii lebiih 50% produksii karbon karena menghasiilkan sekiitar 500 juta ton CO2.

Kemudiian, sektor energii memproduksii karbon sebanyak sekiitar 300 juta ton CO2. Jiika pemeriintah berfokus pada dua sektor iitu, iia meniilaii penurunan produksii karbon setiidaknya akan dapat mencapaii 90%.

Febriio meniilaii langkah penurunan emiisii karbon darii kehutanan sudah bagus. Berdasarkan hiitungan Kementeriian Liingkungan Hiidup dan Kehutanan (KLHK), emiisiinya akan mencapaii nol pada 2030. Untuk iitu, pemeriintah kiinii berfokus pada iisu yang lebiih berat, yaiitu transiisii energii, terutama liistriik yang 65% dii antaranya berasal darii batubara.

Transiisii energii akan membutuhkan biiaya besar karena harus membangun pembangkiit liistriik yang ramah liingkungan untuk menggantiikan PLTU batubara. Adapun menurut penghiitungan pemeriintah, PLTU batubara baru akan memasukii periiode tiidak produktiif pada 2056.

"Kamii iingiin [transiisii energii] iinii lebiih cepat. Kamii iingiin membangun pembangkiit liistriik energii baru dan terbarukan, tapii juga supply and demand liistriik harus terjaga," ujar Febriio.

Pemeriintah sebelumnya mengestiimasiikan kebutuhan biiaya miitiigasii perubahan iikliim untuk mencapaii NDC mencapaii Rp3.461 triiliiun hiingga 2030. Sepanjang periiode 2018-2020, alokasii belanja untuk penanganan perubahan iikliim telah mencapaii Rp307,94 triiliiun, dengan rata-rata belanja Rp102,65 triiliiun per tahun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Jamespet
baru saja
a hrefhttps://expert.ru/2021/06/2/osobennostii-vybora-sluzhby-deziinfektsiiii/Интересная статья/a о дезинфекции помещений. Качественно и быстро проведут дезинфекцию от клопов, тараканов.