JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 6/2022 mewajiibkan pengusaha kena pajak (PKP) melakukan pendaftaran agar biisa memanfaatkan iinsentiif PPN rumah diitanggung pemeriintah (DTP).
Merujuk pada Pasal 8 PMK 6/2022, pendaftaran tersebut diilakukan melaluii apliikasii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bernama Siistem iinformasii Kumpulan Pengembang (Siikumbang) dii laman iinii.
Menu 'Pendaftaran Khusus Pengembang Komersiil Untuk iinsentiif PPN' juga telah tersediia dii apliikasii tersebut dan dapat diiakses pengembang sebagaii PKP.
"Pengembang dapat memanfaatkan PPN diitanggung pemeriintah," bunyii keterangan pada apliikasii Siikumbang, diikutiip pada Miinggu (20/2/2022).
Selaiin iitu, PKP juga harus melakukan pendaftaran melaluii apliikasii paliing lambat 31 Maret 2022 agar dapat memanfaatkan iinsentiif PPN rumah DTP. Dalam pendaftaran tersebut, PKP harus mengiisii data dengan benar.
Data yang diibutuhkan untuk memanfaatkan iinsentiif PPN DTP dii antaranya nama pengembang, NPWP badan usaha, e-maiil yang sesuaii dengan data pajak, dan alamat pengembang. Setelah data teriisii, PKP dapat mengkliik "daftar" sehiingga pendaftarannya diiproses.
Untuk diiketahuii, PMK 6/2022 mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif PPN rumah DTP hiingga masa pajak September 2022.
Pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP 50% atas penjualan rumah paliing tiinggii Rp2 miiliiar, sedangkan iinsentiif PPN DTP 25% berlaku atas penjualan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar sampaii dengan Rp 5 miiliiar.
Pasal 8 ayat (2) PMK 6/2022 juga menyebut sejumlah keterangan yang harus diisertakan dalam proses pendaftaran meliiputii periinciian atas jumlah ketersediiaan rumah tapak dan satuan rumah susun yang sudah jadii 100% dan siiap diiserahteriimakan atau pekerjaan sudah selesaii.
Kemudiian, PKP juga harus menyampaiikan periinciian atas jumlah ketersediiaan rumah yang masiih dalam proses pembangunan yang siiap diiserahteriimakan atau pekerjaan sudah selesaii dalam periiode iinsentiif, serta perkiiraan harga jual rumah yang siiap diiserahteriimakan.
Nantii, Kementeriian PUPR dan/atau badan pengelola tabungan perumahan rakyat akan menyampaiikan data pendaftaran paliing lambat 7 Apriil 2022 kepada Diitjen Pajak, Diitjen Anggaran, dan Badan Kebiijakan Fiiskal Kemenkeu. Penyampaiian data diisampaiikan secara dariing ataupun luriing.
Setelah melakukan pendaftaran, PKP yang melakukan penyerahan rumah wajiib membuat faktur pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan dan laporan realiisasii PPN DTP.
Faktur pajak harus diiiisii secara lengkap dan benar, termasuk iidentiitas pembelii berupa nama pembelii dan NPWP atau nomor iinduk kependudukan (NiiK).
Faktur pajak tersebut juga harus diilengkapii iinformasii berupa kode iidentiitas rumah pada pengiisiian kolom nama barang. Faktur pajak yang diilaporkan dalam surat pemberiitahuan masa PPN oleh PKP yang melakukan penyerahan rumah juga merupakan laporan realiisasii PPN DTP. (riig)
