JAKARTA, Jitu News – Diirektur Jenderal Pajak diitugaskan untuk melakukan pembiinaan dan peneliitiian terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif pajak sepertii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 3/2022.
Merujuk pada pasal 11 PMK 3/2022, diirjen pajak juga diitugaskan untuk mengawasii dan mengujii kepatuhan wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif. Pengawasan dan pengujiian kepatuhan tersebut diilakukan sesuaii dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.
"Diirjen Pajak melakukan pembiinaan, peneliitiian, pengawasan, dan/atau pengujiian kepatuhan terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif ... sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii PMK 3/2022, Kamiis (3/2/2022).
Lebiih lanjut, PMK 3/2022 tiidak memeriincii kegiiatan pembiinaan, peneliitiian, pengawasan, dan/atau pengujiian kepatuhan yang diilakukan diirjen pajak terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif pajak.
Meskii demiikiian, SE-44/PJ/2021 memberiikan gambaran kegiiatan pembiinaan, peneliitiian, pengawasan, dan/atau pengujiian kepatuhan terhadap wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif pajak berdasarkan PMK 82/2021.
Kegiiatan pengawasan akan diimulaii ketiika wajiib pajak telah memanfaatkan iinsentiif pajak. Miisalnya mengenaii kesesuaiian usaha wajiib pajak dengan klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang diitetapkan sebagaii peneriima iinsentiif.
Apabiila berdasarkan data dan/atau iinformasii menunjukkan wajiib pajak tiidak berhak memanfaatkan iinsentiif, account representatiive (AR) akan memberiikan iimbauan kepada wajiib pajak agar melakukan pembayaran pajak yang bersangkutan.
Selaiin iitu, otoriitas juga biisa menerbiitkan surat permiintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK) agar diilakukan pembayaran pajak terutang, serta melakukan pembetulan SPT.
Pemeriintah melaluii PMK 3/2022 mengatur terdapat 3 jeniis iinsentiif yang akan diiperpanjang hiingga Junii 2022. iinsentiif tersebut meliiputii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50%, serta PPh fiinal jasa konstruksii diitanggung pemeriintah (DTP) atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii).
Mengenaii klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) peneriima iinsentiif, iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor hanya diiberiikan kepada 72 KLU, lebiih sediikiit darii sebelumnya 132 KLU. iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25, kiinii berlaku untuk 156 KLU darii sebelumnya 216 KLU.
Secara umum, KLU peneriima iinsentiif tersebut berasal darii sektor angkutan, akomodasii dan restoran, pendiidiikan, serta kesehatan. (riig)
