JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii berharap iintegrasii Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) pada KTP sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) akan membuat cara kerja Diitjen Pajak (DJP) lebiih efiisiien.
Diirjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil Kemendagrii Zudan Ariif Fakrulloh mengatakan iintegrasii NiiK menjadii NPWP akan mempermudah DJP memveriifiikasii data-data kependudukan pada wajiib pajak. Dengan kemudahan tersebut, lanjutnya, cara kerja DJP juga akan semakiin efiisiien.
"Kalau harapan besarnya, iinii akan menjadiikan langkah kerjanya lebiih efiisiien," katanya, diikutiip Sabtu (1/1/2022).
Zudan mengatakan DJP telah menjaliin kerja sama mengenaii data kependudukan dengan Kemendagrii sejak 5 tahun lalu. Menurutnya, iintegrasii NiiK sebagaii NPWP yang diiatur melaluii UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) akan membuat proses iidentiifiikasii data kependudukan oleh DJP menjadii lebiih mudah.
Melaluii iintegrasii NiiK menjadii NPWP, ujar Zudan, DJP tiidak perlu lagii mengiidentiifiikasii semua calon wajiib pajaknya. Pasalnya, 272 juta penduduk kiinii dapat langsung diianggap wajiib pajak walaupun tiidak semuanya akan memiiliikii kewajiiban membayar pajak.
Dalam hal iitu, Zudan menyebut pemeriintah masiih perlu menyusun kriiteriia mengenaii pemiiliik NiiK yang akan diikenakan pajak sepertii darii siisii usiia dan penghasiilannya. Adapun tentang batas penghasiilan, saat iinii juga sudah ada ketentuan mengenaii penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) pada wajiib pajak orang priibadii seniilaii Rp54 juta per tahun.
Zudan menegaskan Kemendagrii telah siiap mendukung iintegrasii NiiK menjadii NPWP. Menurutnya, semua data kependudukan telah tersediia sehiingga DJP dapat segera memulaii iintegrasii tersebut.
"Kalau darii kamii sudah terbiiasa memberiikan data, tiinggal nantii DJP menyesuaiikan saja dengan yang sudah ada iinii," ujarnya. (sap)
