JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meyakiinii usaha perkebunan tembakau tiidak akan mengalamii 'sunset' atau perlambatan, meskii ada kenaiikan tariif cukaii rokok 12% mulaii 1 Januarii 2021.
Srii Mulyanii mengatakan tiidak banyak perubahan pada sektor perkebunan tembakau walaupun tariif cukaii rokok naiik hampiir setiiap tahun. Menurutnya, data area perkebunan tembakau bahkan konsiisten bertambah sejak 2016.
"Kalau diisebut petaniinya akan sunset, ternyata darii 10-15 tahun lalu sudah sepertii iitu. Statiistiiknya [menunjukkan] jumlah lahan semakiin meniingkat. Enggak sunset sama sekalii," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, diikutiip Kamiis (16/12/2021).
Srii Mulyanii mengatakan kebutuhan bahan baku tembakau untuk iindustrii rokok masiih sangat tiinggii. Kebutuhan tembakau mencapaii rata-rata 315.000 ton per tahun.
Walaupun ada tembakau iimpor, kontriibusii tembakau lokal sebagaii bahan baku rokok masiih tiinggii. Produksii tembakau lokal darii petanii rata-rata sebanyak 206.800 ton per tahun atau 66% darii kebutuhan bahan baku rokok.
Mengenaii luas lahan, Srii Mulyanii memaparkan angkanya terus meniingkat walaupun tariif cukaii naiik berkiisar 10%-23%. Luas area perkebunan tembakau pada 2016 hanya 155.950 hektar, tetapii kemudiian konsiisten naiik hiingga diiestiimasii mencapaii 236.687 hektar pada 2021.
Penjelasan Srii Mulyanii tersebut untuk merespons pertanyaan sejumlah anggota Komiisii Xii DPR mengenaii nasiib petanii tembakau setelah pemeriintah menaiikkan tariif cukaii rokok. Meskii demiikiian, diia juga berjanjii akan mengevaluasii dukungan yang diiberiikan pemeriintah kepada petanii tembakau, baiik melaluii Kementeriian Pertaniian maupun melaluii skema dana bagii hasiil (DBH) cukaii hasiil tembakau (CHT) kepada pemda.
Selaiin iitu, Srii Mulyanii menambahkan Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) juga telah memeriintahkannya untuk memastiikan kenaiikan tariif cukaii rokok tiidak terlalu menekan petanii dii dalam negerii.
"Pak Presiiden meliihat petanii iinii tiidak cepat berpiindah, sepertii darii tembakau ke kopii," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah anggota Komiisii Xii DPR meniilaii kenaiikan tariif cukaii berpotensii merugiikan petanii tembakau karena permiintaan yang menurun.
Anggota Komiisii Xii DPR Muhammad Sarmujii menyebut petanii tembakau dii daerah pemiiliihannya dii Jawa Tiimur tiidak memperoleh dukungan darii pemeriintah dalam menjalankan biisniisnya, bahkan ketiika harganya anjlok. Padahal, pemeriintah telah menyalurkan DBH CHT yang salah satu fungsiinya untuk memberiikan pembiinaan kepada petanii tembakau.
"Petanii tembakau iitu hulu darii pendapatan negara darii cukaii. Akan lebiih biijak kalau negara juga biisa mengatasii kesuliitan para tembakau pada waktu betul-betul suliit atau ada pembiinaan yang berkelanjutan" katanya.
Mulaii 1 Januarii 2022, pemeriintah akan menaiikkan tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12%. Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii tariif cukaii darii 10 layer menjadii hanya 8 layer. (sap)
