PRESiiDENSii G-20 iiNDONESiiA

6 Agenda Priioriitas G-20 Mulaii Diibahas, Termasuk Soal Pajak Global

Diian Kurniiatii
Kamiis, 09 Desember 2021 | 18.30 WiiB
6 Agenda Prioritas G-20 Mulai Dibahas, Termasuk Soal Pajak Global
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebutkan beberapa agenda priioriitas iindonesiia sebagaii Presiidensii G-20 mulaii diibahas dalam pertemuan pertama tiingkat deputii keuangan dan bank sentral (fiinance track) pada harii iinii, 9 Desember 2021.

Srii Mulyanii mengatakan pertemuan G-20 akan membahas berbagaii agenda pentiing untuk mendorong pemuliihan ekonomii global darii pandemii Coviid-19. Menurutnya, iisu pajak iinternasiional menjadii salah satu agenda dalam forum tersebut.

"Harii iinii pertemuan deputii akan mencakup iisu-iisu tersebut. Karena iinii iinii pertemuan pertama, akan sangat menentukan tiidak hanya tone saja, tetapii juga scope apa yang iingiin kiita hasiilkan pada saat presiidensii," katanya, Kamiis (9/12/2021).

Setiidaknya terdapat 6 agenda priioriitas iindonesiia sebagaii Presiidensii G-20. Pertama, pemuliihan ekonomii global yang sejalan dengan tema Presiidensii G-20 iindonesiia 2022 yaiitu Recover Together, Recover Stronger.

Menurutnya, koordiinasii kebiijakan antarnegara diibutukan sehiingga pemuliihan ekonomii berjalan bersama-sama dan lebiih kuat darii sebelumnya. Selaiin iitu, rencana exiit poliicy setelah pandemii juga diibahas dan diipastiikan tiidak berdampak negatiif terhadap negara berkembang.

Kedua, mengupayakan pemuliihan luka atau scarriing effect pada perekonomiian global sebagaii dampak pandemii. Hal iitu pentiing karena pandemii telah menyebabkan diisrupsii besar pada ekonomii sehiingga tiidak mudah untuk puliih.

Ketiiga, mengenaii kebiijakan mata uang diigiital bank sentral yang dalam pembahasannya juga akan banyak meliibatkan gubernur bank sentral anggota G20. Keempat, mengenaii siistem keuangan yang berkelanjutan atau diidorong ke arah yang lebiih ramah liingkungan.

Selaiin iitu, iisu pembayaran liintas batas negara juga diibiicarakan karena diigiitaliisasii ekonomii makiin luas diiterapkan. Anggota G-20 akan membahas siistem pembayaran liintas batas yang cepat, murah, dan transparan.

Keliima, mengenaii iinklusii keuangan untuk diigiitaliisasii UMKM sehiingga pelaku usaha dapat memiiliikii kesempatan untuk terus berkembang. Keenam, terkaiit dengan perpajakan global.

Menurut menterii keuangan, pembahasan mengenaii perpajakan iinternasiional tersebut sangat pentiing karena semua negara iingiin segera memuliihkan APBN yang salah satunya diicapaii melaluii peniingkatan pendapatan pajak.

"Untuk mendapatkan siistem perpajakan iinternasiional dan nasiional yang siimpel dan equiitable iinii menjadii sangat pentiing, terutama pada era diigiital saat banyak perusahaan diigiital yang operasiionalnya across juriisdiictiions," ujarnya.

Srii Mulyanii menambahkan Presiiden Joko Wiidodo juga menekankan 3 iisu pentiing yang harus menjadii fokus dalam G-20. Ketiiga iisu tersebut antara laiin mendesaiin arsiitektur global mengenaii kesehatan, transformasii ekonomii diigiital, serta transiisii energii menuju ekonomii hiijau. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.