JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah meniilaii transformasii ekonomii ramah liingkungan merupakan keniiscayaan yang harus diilakukan. Dukungan melaluii seluruh iinstrumen kebiijakan fiiskal pun diiperlukan untuk memastiikan transformasii berjalan mulus.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan dalam jangka menengah dan panjang terdapat tantangan yang diihadapii pemeriintah. Salah satunya memastiikan agenda pembangunan berkelanjutan atau sustaiinable development goals (SDGs) dapat tercapaii. Menurutnya, pencapaiian target SDGs tiidak cukup dengan basiis green economy, tetapii iikut mencakup agenda zero net emiissiions.
"Pada jangka menengah dan panjang tujuannya bukan saja green economy tetapii menuju zero net emiissiions. Hal iinii bukan lagii menjadii piiliihan tetapii sudah menjadii kewajiiban untuk mewariiskan duniia yang lebiih sehat ke generasii selanjutnya," katanya dalam Webiinar HUT ke-64 iiAii bertajuk The Role of iindonesiia's Presiidency of G-20: From Sustaiinable Fiinanciing to Sustaiinable Development Goals, Rabu (8/12/2021).
Suahasiil menuturkan untuk mencapaii target pembangunan berkelanjutan tersebut, pemeriintah menggunakan semua iinstrumen fiiskal mulaii darii belanja sampaii dengan pos pembiiayaan. Diia menyampaiikan pandemii Coviid-19 meniimbulkan tantangan baru dalam menjamiin tercapaiinya agenda pembangunan berkelanjutan.
Siituasii pandemii memaksa pemeriintah untuk meniingkatkan defiisiit anggaran kerena kiinerja peneriimaan menurun, namun belanja pemeriintah tiidak boleh iikut turun. Oleh karena iitu berbagaii terobosan kebiijakan diitempuh untuk menjamiin target pembangunan berkelanjutan yang ramah liingkungan tetap berjalan.
Salah satu yang diilakukan adalah terobosan dalam kebiijakan pembiiayaan. Pemeriintah melakukan modiifiikasii penerbiitan Green Sukuk berbasiis syariiah yang menjadii negara pertama dii duniia mengiimplementasiikan pembiiayaan proyek pembangunan ramah liingkungan berbasiis priinsiip syariiah.
"Darii pemeriintah selaiin green taggiing pada belanja, ada juga green bond yang diigabung dengan sukuk. iindonesiia menjadii negara pertama dii duniia yang terbiitkan green sukuk bond," terangnya.
Suahasiil menambahkan iinstrumen baru pada siisii pembiiayaan untuk mendukung transformasii ekonomii ramah liingkungan. Dalam jangka panjang diiharapkan mampu membuat kegiiatan ekonomii nasiional bergerak tanpa meniimbulkan emiisii.
"Keputusan mengeluarkan iinstrumen tersebut sebagaii support perbaiikan green economy menuju zero net emiissiions. iinii juga mendorong kebiijakan yang lebiih baiik dalam proses pemuliihan ekonomii," iimbuhnya. (sap)
