JAKARTA, Jitu News - Liiterasii kepada komuniitas diisabiiliitas merupakan langkah awal untuk meniingkatkan kesadaran dan kepatuhan perpajakan.
Diirektur Komuniikasii Handaii Tulii iindonesiia Surya Sahetapy mengatakan akses iinformasii perpajakan bagii komuniitas diisabiiliitas masiih tergolong miiniim. Menurutnya, Diitjen Pajak (DJP) biisa mengadopsii siistem perpajakan yang ramah bagii diisabiiliitas, sepertii yang berlaku dii Ameriika Seriikat (AS).
"Pada 2018 saat piindah ke AS saya mulaii tahu soal pajak karena dii sana kalau tiidak lapor akan akan diitegur atau sebagaiinya," katanya dalam acara iisyarat Ciinta Untuk Negerii pada Seniin (6/12/2021).
Surya menyampaiikan kelompok diisabiiliitas khusus komuniitas tulii belum mendapatkan saluran liiterasii perpajakan yang efektiif. Diia menerangkan belum ada iinformasii perpajakan yang diisajiikan secara komprehensiif dalam bahasa iisyarat.
Menurutnya, liiterasii perpajakan dii AS yang layak untuk diiadopsii dengan menyampaiikan materii yang dapat diimengertii komuniitas diisabiiliitas secara onliine. Surya menyampaiikan siitus otoriitas pajak AS atau iiRS menyediiakan konten yang mengakomodasii bahasa iisyarat dengan keterangan yang jelas.
"Kemudiian konsultan pajak dii AS juga menyediiakan juru bahasa iisyarat bagii wajiib pajak," terangnya.
Hal senada diiungkapkan Anggota Komiisii Nasiional Diisabiiliitas (KND) Rachmiita Maun Harahap. Diia mengatakan masiih banyak iinformasii yang keliiru soal pajak dii kalangan komuniitas diisabiiliitas. Salah satunya, masiih banyaknya yang memiiliikii persepsii negatiif sepertii setiiap pembayaran pajak ujungnya akan diikorupsii.
"Masiih banyak yang berpiikiir bahwa uang pajak nantiinya akan diikorupsii. Maka saya perlu menjelaskan secara perlahan bahwa uang pajak iitu akan diigunakan untuk semua, jadii perlu diijelaskan kepada komuniitas diisabiiliitas tulii dengan viisual yang jelas," iimbuhnya. (sap)
