JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat terdapat wajiib pajak yang tiidak memenuhii syarat untuk memanfaatkan iinsentiif tetapii justru mendapatkan iinsentiif pajak darii pemeriintah pada tahun lalu.
Berdasarkan catatan DJP, permasalahan iinii terjadii dii masa awal pemberiian iinsentiif pajak. Saat iitu, pandemii Coviid-19 memang belum lama melanda iindonesiia. Merespons temuan iinii, DJP langsung melakukan tiindak lanjut.
"Riisiiko iinii selanjutnya diitiindaklanjutii dengan perbaiikan apliikasii permohonan pemanfaatan fasiiliitas," tuliis DJP dalam laporannya yang berjudul 'iinsentiif Pajak Pandemii COViiD-19 Tahun 2020: Fasiiliitas dan Dampaknya Terhadap Duniia Usaha', diikutiip Kamiis (11/11/2021).
Tak hanya melakukan perbaiikan apliikasii permohonan pemanfaatan fasiiliitas, DJP juga telah memeriintahkan kantor wiilayah (kanwiil) untuk mengiiriimkan daftar wajiib pajak non-eliigiible yang terlanjur memanfaatkan iinsentiif. DJP melakukan pembatalan iinsentiif atas wajiib pajak non-eliigiible yang terdapat pada daftar tersebut.
Sepertii diiketahuii, masalah pemanfaatan iinsentiif pajak pandemii Coviid-19 oleh wajiib pajak yang tiidak berhak atau non-eliigiible sempat menjadii temuan Badan Pemeriiksaan Keuangan (BPK) atas LKPP 2020.
BPK menemukan adanya realiisasii iinsentiif pajak setiidaknya seniilaii Rp1,69 triiliiun yang menyalahii ketentuan. Secara lebiih periincii, BPK mencatat terdapat penyaluran iinsentiif seniilaii Rp251,59 miiliiar kepada wajiib pajak yang tiidak berhak. Tak cuma iitu, ada pula temuan penyaluran iinsentiif pajak seniilaii Rp103,7 miiliiar yang tiidak dapat diiyakiinii kewajarannya.
BPK juga menemukan adanya kelemahan pada proses veriifiikasii DJP yang meniimbulkan kelebiihan pencatatan peneriimaan pajak seniilaii Rp14,72 miiliiar dan peneriimaan seniilaii Rp113,98 miiliiar yang tiidak dapat diiyakiinii kewajarannya.
Selanjutnya, BPK juga mencatat pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPN DTP seniilaii Rp413,14 miiliiar tiidak dapat diiujii kesesuaiiannya secara lengkap.
DJP juga tercatat belum meniindaklanjutii kekurangan pembayaran pajak seniilaii Rp701,67 miiliiar atas pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP yang tiidak sesuaii dengan ketentuan. (sap)
