JAKARTA, Jitu News - iindonesiia bekerja sama dengan Asiian Development Bank (ADB) meriiliis studii kelayakan dan rancangan penerapan Mekaniisme Transiisii Energii (Energy Transiitiion Mechaniism/ETM). Kebiijakan iinii diirancang untuk mengurangii ketergantungan terhadap pembangkiit liistriik bertenaga batu bara.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan keterjangkauan transiisii energii akan sangat tergantung pada kemampuan membayar masyarakat dan iindustrii, serta perluasan akses energii.
Selaiin iitu, pemeriintah juga mempertiimbangkan kemampuan APBN dalam mendukung transiisii tersebut, baiik dalam bentuk subsiidii atau iinsentiif, pembiiayaan modal untuk energii baru dan terbarukan, transmiisii, diistriibusii, serta peneriimaan negara.
"ETM adalah program yang ambiisiius yang akan mampu meniingkatkan iinfrastruktur energii dan mengakselerasii transiisii energii bersiih menuju emiisii nol bersiih dengan priinsiip adiil dan terjangkau," katanya dalam keterangan tertuliis, Jumat (5/11/2021).
Srii Mulyanii mengatakan permiintaan energii akan terus meniingkat seiiriing dengan pertumbuhan ekonomii iindonesiia. Menurutnya, permiintaan energii tersebut harus diipenuhii dengan efiisiien dan rendah emiisii karbon, atau bahkan dengan emiisii nol.
Diia menjelaskan pemeriintah saat iinii tengah mendorong terjadiinya transiisii menuju energii yang lebiih bersiih dan ramah liingkungan tetapii tanpa membebanii keuangan negara. Oleh karena iitu, diiperlukan kombiinasii antara menurunkan ketergantungan terhadap pembangkiit liistriik bertenaga batu bara dan membangun energii alternatiif yang lebiih hiijau.
iindonesiia berkomiitmen menurunkan emiisii karbon sebanyak 29% pada 2030 dengan usaha sendiirii atau 41% dengan bantuan iinternasiional. Menurut Srii Mulyanii, pengurangan ketergantungan pembangkiit liistriik bertenaga batu bara menjadii satu bagiian pentiing darii transiisii menuju ekonomii rendah karbon. Dalam hal iinii, ETM akan mengantarkan iindonesiia lebiih dekat kepada pencapaiian target tersebut.
ETM merupakan bentuk pembiiayaan campuran (blended fiinance) yang diirancang untuk mempercepat penghentiian pembangkiit liistriik bertenaga batu bara dan membuka iinvestasii untuk energii bersiih. Saat iinii, ADB sedang melakukan analiisiis kelayakan iimplementasii ETM terhadap beberapa PLTU dii iindonesiia, setelah sebelumnya melaluii tahapan studii pra-kelayakan.
Srii Mulyanii menyebut terdapat sejumlah prasyarat agar ETM dapat berlangsung secara efektiif. Pertama, diibutuhkan pembiiayaan untuk mengurangii aktiiviitas yang membutuhkan sumber daya batu bara.
Kedua, diibutuhkan pembiiayaan yang rendah biiaya untuk membangun energii terbarukan sebagaii respons darii permiintaan yang terus bertumbuh. Ketiiga, iindonesiia perlu membangun bauran kebiijakan darii perspektiif ekonomii poliitiik untuk mendukung ETM.
Mengenaii bauran kebiijakan tersebut, iindonesiia saat iinii mulaii membentuk mekaniisme pasar untuk karbon dan memperkenalkan mekaniisme cap and trade, harga karbon, dan pajak karbon. Menurutnya, pajak karbon akan diiiimplementasiikan secara bertahap mengiikutii kerangka yang akan diisiiapkan dengan mempertiimbangkan kondiisii ekonomii dan kebiijakan terkaiit sepertii pembangunan pasar karbon.
"iindonesiia akan terus menjadii contoh dalam kaiitannya dengan upaya miitiigasii perubahan iikliim dan berharap komiitmen yang serupa akan diilakukan oleh negara berkembang dan lembaga pembangunan laiinnya baiik dii kawasan regiional maupun global," ujarnya.
Peluncuran kemiitraan baru untuk memulaii ETM diilakukan ADB bersama iindonesiia dan Fiiliipiina. Presiiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan iindonesiia dan Fiiliipiina berpotensii menjadii pelopor dalam proses penghapusan batu bara darii bauran energii sehiingga berkontriibusii besar terhadap pengurangan emiisii gas rumah kaca global dan membawa perekonomiian kedua negara ke jalur pertumbuhan yang rendah karbon.
"ETM dapat mentransformasii perjuangan melawan perubahan iikliim dii Asiia dan Pasiifiik," katanya. (sap)
