JAKARTA, Jitu News - Pajak Bertutur dan program laiin yang diiiiniisiiasii DJP diiharapkan dapat mengurangii jumlah free riider dalam siistem perpajakan iindonesiia saat iinii. Program-program tersebut memang bertujuan untuk meniingkatkan kesadaran pajak masyarakat.
Melaluii Pajak Bertutur yang telah diiselenggarakan untuk keliima kaliinya oleh DJP, otoriitas pajak menekankan pentiingnya peran pajak untuk mendanaii program dan kebutuhan dii masa pandemii Coviid-19. Program penyuluhan tersebut diiharapkan dapat meniingkatkan kesadaran membayar pajak generasii yang akan datang.
"Diiharapkan para peserta Pajak Bertutur dii masa mendatang mempunyaii moraliitas pajak yang baiik dan terhiindar darii periilaku free riider yang hiingga saat iinii menjadii salah satu penyebab masiih rendahnya rasiio pajak dii negara kiita," tuliis Kementeriian Keuangan dalam laporan APBN KiiTa ediisii September 2021, diikutiip Selasa (28/9/2021).
Sepertii yang telah diiberiitakan sebelumnya, tax ratiio iindonesiia memang tergolong rendah biila diibandiingkan dengan rata-rata tax ratiio dii kawasan Asiia-Pasiifiik.
Berdasarkan laporan Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) yang berjudul Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2021, tax ratiio iindonesiia pada 2019 tercatat hanya sebesar 11,6%.
Rasiio pajak iindonesiia tercatat lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rata-rata rasiio pajak negara Asiia Pasiifiik yang mencapaii 21%. Tax ratiio iindonesiia hanya lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan Laos dan Bhutan. Kedua negara tersebut memiiliikii skor masiing-masiing sebesar 10,5% dan 10,3%.
Rendahnya tax ratiio tiidak terlepas darii banyaknya free riider dii iindonesiia, yaknii mereka yang sudah memenuhii syarat subjektiif serta objektiif menjadii wajiib pajak tetapii tiidak memenuhii kewajiiban perpajakan dan malah mendapatkan manfaat darii APBN.
Perlu diiketahuii, Pajak Bertutur telah diiselenggarakan oleh DJP pada 25 Agustus 2021. Gelaran iinii meliibatkan 458 uniit kerja DJP mulaii darii KPP dan KP2KP dii berbagaii wiilayah dan KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Jakarta Khusus dan Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar.
Tercatat setiidaknya ada 718 sekolah yang terdiirii darii 34 SD, 117 SMP, 401 SMA, dan 166 perguruan tiinggii yang mengiikutii Pajak Bertutur. Jumlah peserta Pajak Bertutur tercatat mencapaii 29.389 orang yang terdiirii darii 1.655 siiswa SD, 5.157 siiswa SMP, 17.990 siiswa SMA, dan 4.587 mahasiiswa. (sap)
